Langganan Juara, SH Terate Ranting Trucuk Gudang Prestasi dan Lumbung Atlet Silat Bojonegoro

SH Terate Trucuk
FOTO BERSAMA : Ketua SH Terate Ranting Trucuk, Teguh Eko Cahyono (tengah) bersama para atlet.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Ranting Trucuk, Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, kian mengukuhkan diri sebagai ranting gudangnya prestasi. Ranting ini juga merupakan lumbung atlet pendulang medali cabang olahraga pencak silat untuk Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

‎Konsistensi pembinaan yang dijalankan selama bertahun-tahun membuahkan hasil nyata dengan deretan gelar juara umum di berbagai level kejuaraan, mulai daerah hingga internasional.

‎Berdasarkan catatan prestasi yang diraih, SH Terate Trucuk tercatat telah menyumbangkan 11 kali Juara Umum untuk SH Terate Cabang Bojonegoro. Selain itu, atlet-atlet binaan Ranting Trucuk juga berkontribusi meraih 5 kali Juara Umum SH Terate Cabang Tuban, serta 11 kali Juara Umum pada ajang IPSI Bojonegoro.

‎Prestasi juga diraih dalam berbagai event khusus, di antaranya Kapolres Cup sebanyak 4 kali dan Festival Seni Kodim sebanyak 1 kali. Tidak berhenti di tingkat lokal, SH Terate Trucuk juga menorehkan prestasi di level lebih tinggi dengan 5 kali Juara Umum SH Terate tingkat Jawa Timur.

‎Bahkan, pembinaan berjenjang yang diterapkan mampu mengantarkan atlet Trucuk meraih 2 kali Juara Umum tingkat nasional dan 2 kali Juara Umum tingkat internasional, sebuah capaian yang menegaskan kualitas pembinaan yang berkelanjutan dan kompetitif.

‎”Segudang prestasi tersebut tidak diraih secara instan, ini proses panjang, dan tentu tidak terlepas dari peran para pendahulu kami,” kata Ketua SH Terate Ranting Trucuk, Teguh Eko Cahyono kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (31/1/2026).

‎Sementara itu, menurut pelatih aktif yang kini menjabat Wakil Ketua II SH Terate Ranting Trucuk, Agus Taufik Isdianto, deretan prestasi dapat diraih dengan menerapkan pola pembinaan disiplin dan terstruktur, mulai dari pemetaan kelas pertandingan, intensitas latihan rutin dan mandiri, hingga pemenuhan sarana latihan yang memadai.

‎”Pesan saya, atlit harus memiliki tujuan yang jelas dan memiliki keyakinan yang kuat untuk menjadi juara,” tegasnya.

‎Selain aspek teknis, lanjut Dian, sapaan akrabnya, pembinaan mental, dukungan keluarga dan organisasi, pemenuhan nutrisi, serta penanaman nilai spiritual menjadi bagian penting dalam membentuk karakter atlet.

‎”Kombinasi pembinaan fisik, mental, dan spiritual inilah yang menjadikan SH Terate Trucuk tetap konsisten melahirkan prestasi dari masa ke masa,” beber mantan atlet tarung bebas ini.(fin)

Pos terkait