SuaraBanyuurip.com – M. Alamsyah Syarifudin
Bojonegoro – Pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, berhasil menempati juara umum I, dengan memboyong tujuh medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Bojonegoro Cup IV 2025.
Turnamen bela diri asli Nusantara ini dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 79 yang digelar selama dua hari, sejak Minggu hingga Senin, 15-16 Juni 2025.
Sebanyak 12 perguruan yang tergabung dalam Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) mengikuti kejuaraan yang dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Polres Bojonegoro.
Sekretaris Pertandingan Pencak Silat Kapolres Bojonegoro Cup IV 2025, Hariyadi mengatakan, ajang ini terbagi dalam tiga kategori. Yakni kategori tanding putra terdiri empat kelas, yakni Kelas A sampai Kelas D, tiga kelas kategori tanding putri, Kelas A sampai dengan Kelas C, dan kategori seni beregu kreatif BKP.
Dari kategori tanding, PSHT menjadi Juara Umum I, dengan memboyong tujuh medali emas. Disusul oleh Pagar Nusa di posisi Juara Umum II, dengan raihan tiga emas, dua perak, dan dua perunggu. Dan Pencak Organisasi menempati posisi Juara Umum III, dengan perolehan tiga emas dan empat perunggu.
“Sedangkan untuk kategori Seni Beregu BKP, juara pertama diraih oleh BKP Kecamatan Kalitidu, lalu juara ke dua dari BKP Balen, dan juara ke tiga BKP Kecamatan Trucuk,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (17/6/2025).
Ketua PSHT Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, Wahyu Subakdiono menyatakan, bahwa capaian tersebut merupakan kerja keras tak kenal lelah dari para atlet, pelatih, pengurus serta seluruh warga SH Terate, yang terus menjaga semangat dalam latihan maupun pada saat bertanding.
“Prestasi ini adalah bukti, bahwa kita bukan hanya kuat dalam persaudaraan, tapi juga dalam dedikasi, disiplin, dan sportifitas,” ujar pendekar sekaligus seniman dan budayawan ini.
Sementara Kapolres Bojonegoro, AKBP Mario Prahatinto menyampaikan, bahwa Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi besar dalam bidang pencak silat. Oleh karena itu, Polres Bojonegoro bersama BKP memfasilitasi ruang kompetisi yang sehat sekaligus mempererat persaudaraan antar perguruan melalui ajang Kapolres Bojonegoro Cup ini.
“Melalui kejuaraan ini, kita ingin memperkuat nilai-nilai persatuan dan sportivitas di kalangan pesilat, serta melestarikan budaya warisan leluhur bangsa Indonesia, yaitu pencak silat,” ungkapnya.
Mantan Wakapolres Pasuruan ini juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas dan saling menghormati antar atlet. Sebab kejuaraan ini bukan hanya tentang meraih kemenangan.
“Tetapi (pertandingan ini) juga membangun kebersamaan, kerukunan dan memperkuat karakter para pesilat muda Bojonegoro,” tandas Mario.(fin/alam)





