Proliga 2026 Tingkatkan Omzet UMKM Bojonegoro

Proliga 2026 di Bojonegoro.
Voli Proliga 2026 di GOR Bojonegoro menjadi berkah bagi UMKM lokal.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Gelaran Proliga 2026 Seri 6 di GOR Utama Bojonegoro, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander bukan sekadar menjadi hiburan masyarakat. Event bola voli tingkat nasional ini mampu menggerakkan perekonomian warga lokal. Pedagang usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengaku omzet jualannya meningkat selama perhelatan Proliga 2026.

Ada puluhan stand UMKM menjajakan aneka macam jajanan, makanan, dan minuman di halaman GOR Utama Bojonegoro. Mereka melayani penonton dari dalam luar Bojonegoro yang menyaksikan Proliga 2026.

“Omzet harian saya meningkat, hari baisa mulai Rp 500 ribu, tapi adanya Proliga 2026 menjadi Rp 1 juta lebih per hari,” kata pedagang asal Desa Ngumpakdalem, Asfi Hidaya.

Dia mengatakan, gelaran olahraga tingkat nasional baru pertama kali digelar di Bojonegoro dan cukup memberikan dampak signifikan bagi masyarakat lokal. Terutama bisa membuka lapak untuk jualan.

“Kalau kegiatan olahraga tingkat daerah, tak seramai ini. Per hari dagangan saya dibeli 50 orang lebih,” kata pedagang aneka gorengan sosis dan jajanan crispy tersebut.

Asfi sebelumnya juga sudah berjualan di setiap tempat, terutama saat ada kegiatan seperti pasar malam. Namun gelaran Proliga 2026 Seri 6 di GOR Utama Bojonegoro ini yang paling ramai.

“Selain UMKM lokal juga ada yang jual jersey klup bola volley,” jelasnya, Minggu (15/2/2026).

Dia berharap gelaran olahraga tingkat nasional sering diadakan di Bojonegoro. Utamanya untuk memberikan peluang bagi UMKM, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

“Masyarakat bisa kerja dan berjualan. Terutama bagian parkiran petugasnya juga banyak, artinya menyerap tenaga kerja,” terangnya.

Voli Proliga 2026 di GOR Bojonegoro menjadi berkah bagi UMKM lokal.
Omzet penjual jersy di GOR Bojonegoro meningkat dengan adanya voli Proliga 2026.

Penjual jersey klup bola volley, Najih Sholeh menyampaikan sudah sering mengikuti event seperti ini. Sebelum gelaran Proliga 2026 berada di Bojonegoro, pembukaan dilakukan di Pontianak.

“Kemudian di Medan, Bandung, Gresik, Malang, dan di Bojonegoro. Namun untuk penjualan Jersey terbanyak di Pontianak, omzet sampai Rp 100 juta,” ujarnya.

Sedangkan kota-kota di Jawa Timur, daya beli masyarakat paling tinggi di Bojonegoro. Malang daya belinya masih rendah, tak seramai Bojonegoro.

“Untuk alasannya saya belum tahu, yang pasti Bojonegoro lebih ramai. Kalau omzet kami belum bisa menghitung, karena hari ini terkahir,” jelasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait