SuaraBanyuurip.com– Sebanyak 3.700 pekerja Pertamina Hulu Indonesia (PHI) tidak bisa merasakan lebaran Idulfitri 1447 H/2026 M bersama keluarga. Mereka tetap bertugas memproduksi migas demi menjaga pasokan energi bagi negeri.
Ribuan pekerja PHI beserta anak perusahaan dan afiliasinya tetap menjalankan tugas dalam memproduksi migas dari berbagai lapangan. Mereka tetap bertugas di berbagai fasilitas operasi PHI-Regional 3 Kalimantan, baik itu yang berlokasi di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore). Para pekerja berupaya memastikan seluruh kegiatan operasi dan produksi dapat berjalan secara selamat dan andal sesuai standar operasional yang berlaku.
Bagi para pekerja hulu migas di lapangan, merayakan momen Idulfitri jauh dari keluarga bukanlah hal yang mudah. Namun, semangat pengabdian untuk menjaga pasokan energi nasional menjadi motivasi tersendiri bagi mereka untuk tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja yang tetap menjalankan tugas pada momen Idulfitri tahun 2026 ini. Menurutnya, dedikasi para pekerja di lapangan menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan operasi dan produksi guna mendukung ketersediaan energi bagi masyarakat.
Berbagai fasilitas produksi PHI-Regional 3 Kalimantan tetap beroperasi di tengah suasana Idulfitri yang identik dengan kebersamaan keluarga. Anto, sapaan akrab Sunaryanto, meminta para pekerja tetap fokus dalam bekerja dengan senantiasa menjalankan praktik-praktik keselamatan terbaik di industri hulu migas.
“Pada setiap kegiatan operasi dan bisnis perusahaan, kami senantiasa menempatkan keselamatan sebagai aspek terpenting dan landasan utama. Kami meyakini bahwa kinerja keselamatan yang unggul akan mendukung keberhasilan sekaligus keberlanjutan operasi dan bisnis migas perusahaan,” ujarnya.
PHI-Regional 3 Kalimantan berkomitmen untuk mendukung terwujudnya Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya swasembada energi sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan juga senantiasa menerapkan praktik-praktik terbaik di industri hulu migas guna mempertahankan tingkat produksi dari lapangan-lapangan migas yang dikelolanya.
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan yang meliputi Zona 8, Zona 9 dan Zona 10 sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Pada 2025, PHI mencatatkan produksi minyak dan gas bumi sebesar 58 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 630 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).(red)





