Kabar Gembira untuk Blok Masela dari Negeri Sakura

FOTO ILUSTRASI : Kegiatan hulu migas di lepas pantai Indonesia.

SuaraBanyuurip.com – Pengembangan mega proyek ladang gas abadi, Blok Masela segera dimulai. Investasi yang disiapkan mencapai 20 miliar dolar AS atau setara Rp 300 triliun. Proyek ini diperkirakan menyerap 10.000 tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.

Blok Masela telah terkatung-katung selama hampir 30 tahun. Penandatanganan kontrak eksplorasi oleh Inpex, perusahaan asal Jepang, dimulai pada tahun 1998. Disusul dua tahun kemudian, penemuan ladang gas Abadi pada tahun 2000.

Blok Masela dikelola Inpex Masela Ltd, sebagai pemegang hak partisipasi mayoritas, bersama Pertamina dan Petronas.

Proyek ini sempat mangkrak lama akibat perdebatan lokasi kilang (darat vs laut) dan revisi rencana pengembangan. Blok Masela terletak di Laut Arafura, $\sim$160 km lepas pantai Pulau Yamdena, Maluku. Lapangan ini memiliki potensi 6,97 TCF gas.

Kepastian pengembangan Blok Masela disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan ke Tokyo, Jepang.

Kunjungan ke Negeri Sakura untuk menghasilkan langkah konkret dalam mempercepat investasi strategis, khususnya di sektor energi dan hilirisasi. Fokus utama kunjungan mencakup percepatan transisi energi nasional serta pengembangan proyek Blok Masela.

Baca Juga :   Divestasi Shell di Blok Masela Diharapkan Rampung 2023

“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal dalam kunjungan di Jepang. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut INPEX, Blok Masela,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya.

Bahlil menjelaskan, proyek Blok Masela kini telah mencapai kepastian besar setelah melalui proses panjang selama puluhan tahun. Nlai dasar pengembangan proyek (DPOD) mencapai sekitar 20 miliar dolar AS, dengan tambahan sekitar 1 miliar dolar AS untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) agar lebih ramah lingkungan.

“Atas arahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah selesai, total project-nya 20,9 miliar US dolar karena dia tambah CCS 1 miliar, DPOD-nya itu 20 miliar. Tetapi dengan perkembangan geopolitik yang seperti ini kemungkinan besar akan nambah. Jadi total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun (rupiah) lebih,” ungkapnya.

Bahlil menegaskan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan implementasi proyek tersebut, mengingat perannya yang strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga :   DPRD Bojonegoro Ingatkan Dana CSR Tidak Boleh Biayai Program Prioritas Pemkab

“Kalau ini mampu kita lakukan maka ketahanan energi kita di sektor migas itu akan semakin kuat dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas di dunia,” tegasnya.

Selain Blok Masela, pemerintah juga memperkuat komitmen dalam mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan. Bahlil menegaskan bahwa Indonesia akan mengoptimalkan seluruh potensi energi yang dimiliki di tengah ketidakpastian global.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait