SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Musyawarah Pimpinan Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bojonegoro, Jawa Timur sukes terlaksana, di Ballroom Hotel Dewarna, Jalan Veteran, Sabtu (4/3/2026). Dalam suksesi internal partai dipimpin Muhaimin Iskandar ini, muncul lima nama calon ketua.
Ketua terpilih dari lima nama calon itu nantinya langsung kena beban target berupa melipatgandakan kemenangan. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Abdul Halim Iskandar, memastikan ketua yang ditetapkan nantinya harus berhasil mencapai dua kali lipat kemenangan. Saat ini PKB Bojonegoro memiliki 13 kursi legislatif.
”Pasti (26 kursi, red.), Kalau gak berhasil dipecat lagi,” kata Abdulloh Halim Iskandar serius tapi dalam nada berseloroh dalam wawancara cegat kepada Suarabanyuurip.com.
Gus Halim, begitu ia karib disapa, menjelaskan, bahwa Muscab PKB ini telah menghasilkan lima nama Bakal Calon Ketua DPC PKB Kabupaten Bojonegoro. Fauzan Fuadi, di posisi incumbent masuk sebagai salah satunya. Kemudian Sekretaris DPC, Abdulloh Umar, Imam Solikin, Mustakim, dan Anik Alfiatun Muniroh.
”Jadi lima ini akan kami kirimkan ke DPP untuk dilakukan verifikasi, pendalaman, track record, dan kinerja selama ini apakah layak ditetapkan sebagai calon, jadi masih calon,” jelasnya.
Meski begitu, Gus Halim, belum dapat memastikan apakah DPP akan langsung menetapkan turun satu nama. Sebab ada beberapa opsi. Yakni bisa turun lima calon sekaligus, bisa hanya turun satu, bisa hanya turun dua, dan bahkan bisa pula tidak turun satu nama sama sekali.
”Bisa saja lima-limanya dicoret sama DPP (lalu) muncul nama baru yang bukan hasil muscab, (dan itu) sah, karena itu kan kewenangan DPP, tapi saya yakin itu tidak akan terjadi, karena DPP sangat memperhatikan aspirasi dari bawah,” sergahnya.
Oleh sebab itu, Gus Halim, justru meyakini, nama-nama yang dikirimkan ke DPP bakal turun lima-limanya sebagai calon ketua. Setelah ada penetapan sebagai calon, maka harus mengikuti dua tahapan. Yakni pertama berupa uji kelayakan dan kepatutan (UKK) dan asesmen menggunakan pihak ketiga secara ilmiah.
Tahapan selanjutnya ialah UKK ke dua oleh DPP sendiri, dengan menggunakan pendekatan komitmen. Ini ialah pendekatan politis. Dari hasil tersebut, jika turun lima nama, maka DPP PKB akan melakukan penyaringan seketat-ketatnya hingga turun tinggal satu nama calon.
”Nah baru nanti akan turun menjadi Ketua DPC PKB Bojonegoro terpilih masa bakti 2026-2031,” ungkapnya.
Masa penetapan ini membutuhkan masa sekitar tiga sampai empat hari hingga muncul nama sebagai calon. Setelah itu kemudian calon masuk tahapan UKK. Selepas UKK tahap ke dua, barulah sekitar dua hari atau paling lama lima hari akan turun nama ketua terpilih.
”Nah ketua terpilih bersama Ketua DPW PKB Jatim nanti berkewajiban menyusun kepengurusan lengkap, yang nantinya dikirim ke Jakarta. Semua harus sudah selesai di awal bulan Juli 2026, karena semua pengurus inti akan dilantik di Jakarta bersamaan Harlah PKB pada 23 Juli,” tegas Gus Halim.(fin)
Muscab PKB Bojonegoro, Gus Halim: Ketua Terpilih Harus Lipatkgandakan Kemenangan





