SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro — Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Halim Iskandar, menyatakan dukungannya kepada Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam pemilihan di masa mendatang. Pernyataan ini mengemuka dalam agenda Musyawarah Pimpinan Cabang (Muscab) PKB yang dipusatkan di Jalan Veteran Bojonegoro, Sabtu (4/3/2026).
Hadir dalam agenda tertinggi PKB di tingkat kabupaten ini, Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah, Ketua DPP PKB (ketua di bawah ketua umum) yakni Abdul Hakim Iskandar, Perwakilan DPW PKB Jatim, Ketua DPC PKB Bojonegoro Fauzan Fuadi, para ketua partai di Bojonegoro, serta diikuti sekira lebih dari 300 peserta dari internal PKB setempat.
Rangkaian acara sebelum memasuki sidang pleno ini dibuka dengan sambutan Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dilanjutkan oleh Perwakilan DPW Jatim, Drs. Zubaidi, diteruskan dengan DPP PKB yang sekaligus membuka secara resmi Muscab.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar terhadap pelaksanaan Muscab PKB ini. Muscab dikatakan menjadi momentum penting bagi PKB untuk terus hadir dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Selamat dan sukses Muscab PKB Bojonegoro,” kata Bupati Wahono dalam sambutan.
Pria asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini pun mengajak kepada seluruh peserta, untuk memanjatkan doa agar kegiatan berjalan lancar serta mampu menghasilkan keputusan strategis bagi masa depan partai.
Sebagaimana tema yang diusung dalam agenda, yaitu “Melipatgandakan Kemenangan”, maka ia menekankan pula pentingnya semangat melipatgandakan kemenangan politik PKB ke depan. Sehingga hal itu harus terwujud dalam kerja nyata dan konsolidasi yang solid di semua lini.
Selain itu, Mas Wahono, begitu ia karib disapa, turut mengapresiasi langkah PKB Bojonegoro yang mengusung konsep politik hijau, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air dan pelestarian lingkungan.
“PKB ingin mendapatkan restu langit, memperkuat aspirasi masyarakat, serta berkomitmen terhadap pelestarian bumi. Ini langkah yang sangat baik,” tambahnya.
Bupati berlatar belakang pengusaha ini juga menyampaikan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin antara PKB dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Ia menilai, PKB memiliki peran strategis sebagai salah satu kekuatan politik terbesar di daerah.
“PKB adalah kunci di Kabupaten Bojonegoro karena memiliki saham politik terbesar (13 kursi DPRD),” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPP PKB Bidang Pengelolaan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar, mengawali arahan dengan mengisahkan pertemuannya saat berkoordinasi dengan Fauzan Fuadi perihal acara. Sore hari sebelum acara, ia bertanya kepada Fauzan, agar menyebutkan satu kata tentang profil Bupati Setyo Wahono.
”Sahabat Fuadi (saya minta) cepet (menjawab) biar tahu aslinya. Jawaban Sahabat Fauzan adalah Pemimpin Bojonegoro. Terima kasih karena itu adalah jawaban yang tepat, karena pemimpin itu di atasnya politisi,” terangnya.
Gus Halim, sapaan akrabnya, menjelaskan, bahwa dalam PKB ada tiga jenjang. Yakni politisi, pemimpin, dan negarawan. Ia mencontohkan dirinya sendiri saat menjadi anggota DPR RI ia adalah politisi. Namun ketika menjadi menteri, maka ia harus menjadi seorang pemimpin. Untuk negarawan, ia mengambil contoh mantan presiden, Gus Dur, adalah salah satunya.
”Karena jawaban satu kata dari Ketua DPC Fauzan Fuadi, bagus, maka saya sampaikan, (Kepemimpinan) Bupati Bojonegoro lanjutkan,” ungkapnya menyatakan dukungan terhadap Mas Wahono.
”Nek gelem (kalau mau, red.),” sambung Gus Halim disambut gelak tawa para peserta.
Pria yang menjabat Menteri Desa pada periode 2019–2024 di era Presiden Joko Widodo ini lantas menguraikan kata ‘nek gelem’ atau jikalau mau yang telah ia ucapkan tersebut. Sebab dalam sudut pandangnya, jika di masa ini masih ada orang yang bersedia maju sebagai bupati, dinilai luar biasa.
”Luar biasa, kenapa? Karena sengsara-sengsaranya jadi bupati, nasib bupati, (itu) hari ini, pilegnya sama, sudah tidak ada anggaran (saat ini), sengsara jadi bupati sekarang,” ucapnya.
Setelah pembukaan resmi dibuka oleh Gus Halim ditandai dengan menabuh bedug bersama, kegiatan berlanjut dengan penampilan seni dan hiburan, termasuk penampilan penyanyi Jihan Audy, sebelum memasuki sesi inti berupa sidang pleno untuk menentukan arah kepengurusan baru. Sedangkan Santunan anak yatim menjadi kegiatan pembuka pra acara.(fin)
Muscab PKB Bojonegoro Resmi Dibuka, Gus Halim Dukung Bupati Wahono Lanjutkan Kepemimpinan





