Menjaga Tradisi dan Kerukunan, Warga Bandungrejo Gelar Sedekah Bumi di Mbah Sinare

Sedekah bumi di Mbah Sinare
LESTARIKAN BUDAYA : Warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro antusias menggelar sedekah bumi di makam mbah sinare berlangsung khidmat. ‎

SuaraBanyuurip.com — Warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar tradisi sedekah bumi di Pendapa Makam Mbah Sinare, Jumat (15/5/2026).

‎Kegiatan tahunan yang digelar setiap Jumat Pahing itu menjadi wujud rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur. Ratusan warga desa penghasil Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) hadir dalam kegiatan tersebut dengan membawa ambeng atau hidangan nasi khas Jawa untuk dimakan bersama.

‎Turut hadir Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Bandungrejo Budi Utomo, Kepala Dusun (Kasun) Bandung H. Wanuri, perwakilan PEPC Andi Yulius Widianto, Direktur Lima 2B Mugito Citrapati, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta Forkopimca Ngasem.

‎Juru kunci makam, Surat, mengatakan, tradisi sedekah bumi di Makam Mbah Sinare telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Bandungrejo.

‎“Sedekah bumi ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan, sekaligus melestarikan peninggalan leluhur,” ujarnya.

Sedekah bumi di Mbah Sinare
Warga Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, antusias mengikuti kegiatan sedekah bumi di makam mbah sinare.

‎Kasun Bandung, H. Wanuri, menuturkan, kegiatan sedekah bumi ini rutin digelar atas usulan warga agar tradisi tetap terjaga setiap tahunnya.

Baca Juga :   Lestarikan Warisan Leluhur, Warga Desa Setren Bojonegoro Gelar Sedekah Bumi di Sendang Ngembak

‎“Alhamdulillah, sedekah bumi kembali dilaksanakan pada Jumat Pahing ini. Semoga tradisi ini terus dilestarikan,” katanya dalam sambutan.

‎Sementara itu, Pj Kades Bandungrejo, Budi Utomo, mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam menjaga budaya dan mempererat silaturahmi antarsesama warga.

‎“Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa berkumpul bersama sehingga kerukunan tetap terjaga. Semoga Desa Bandungrejo semakin maju dan guyub rukun,” tandasnya.

‎Dalam rangkaian acara, tausiah disampaikan oleh Kyai Rohmad Munajab, dilanjutkan dengan doa bersama dan makan ambeng bersama warga. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, serta pelestarian budaya warisan leluhur.(red/ko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait