SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Pemerintah Desa (Pemdes) Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bersiap memiliki fasilitas pusat ekonomi baru yang ikonik. Bersama warga, pemdes ring satu lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu ini menyepakati dimulainya pembangunan Balai Ekonomi Desa (Balkondes).
Fasilitas guna menggeliatkan ekonomi desa itu dirancang tidak hanya fungsional sebagai pusat perputaran ekonomi, tetapi juga diproyeksikan menjadi magnet wisata baru di Bojonegoro. Balkondes rencananya mengusung konsep estetika tradisional dan arsitektur terbuka yang artistik.
Kepala Desa (Kades) Bonorejo, Rachmad Aksan, optimistis arsitektur unik Balkondes yang memadukan area teras luas dan konsep panggung terbuka akan mampu memikat pengunjung dari luar daerah.
”Kami optimis Balkondes ini bisa menjadi pusat produk UMKM, tempat pelatihan, sekaligus destinasi wisata yang ikonik,” kata Rahmad Aksan kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (22/5/2026).

Rahmad menjelaskan, bahwa kesepakatan membangun Balkondes itu terjadi melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar Kamis (21/5/2026) kemarin.
”Dengan selesainya tahapan Musdes, program pengembangan Balkondes berkonsep tradisional ini akan segera memasuki tahap konstruksi fisik dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026,” jelasnya.
Pembangunan pusat ekonomi desa ini terealisasi melalui Program Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas Tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, program ini bermitra dengan Alas Institute sebagai tim pendamping.
Perwakilan EMCL, Slamet Rijadi, menyampaikan, bahwa dukungan ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat di wilayah operasi hulu migas.
”Kami berharap fasilitas pusat ekonomi ini tidak sekadar menjadi bangunan fisik, melainkan ruang produktif yang mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi peningkatan pendapatan warga secara berkelanjutan,” jelas Slamet.
Agar fasilitas ini bermanfaat dan berkembang, Alas Institute memastikan pendampingan manajemen dan tata kelola pengurus berkelanjutan. Manajer Program Alas Institute, Arul Efansyah, menegaskan, pihaknya mengawal dua aspek sekaligus.
”Tugas kami memastikan proses konstruksi berjalan sesuai standar perencanaan, sekaligus memberikan pembekalan manajemen pengelolaannya,” tandas Arul, sapaan akrabnya.(fin)
