Desa Ring 1 Migas Bonorejo Siap Bangun Pusat Bisnis Balkondes

Program Balkondes Bonorejo.
ANTUSIAS : Para peserta sosialisasi berfoto bersama perwakilan EMCL dan pendamping Program Balkondes.(suarabanyuurip.com/ist)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bersiap membangun Balai Ekonomi Desa (Balkondes) sebagai pusat bisnis terpadu pertama di wilayah setempat.

‎Pusat bisnis terpadu di desa ring 1 wilayah operasi pertambangan minyak dan gas bumi (Migas) Blok Cepu ini dimaksudkan untuk menampung ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menegah (UMKM) lokal. Sosialisasi program dipusatkan di di Balai Desa Bonorejo, Rabu (29/4/2026).

‎Balkondes diproyeksikan menjadi sentra ekonomi berbasis potensi lokal yang mampu menggerakkan roda perekonomian desa sekaligus membuka akses pasar bagi produk warga.

‎Program ini merupakan bagian dari Pengembangan Masyarakat oleh Operator Ladang Migas Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

‎Penetapan Desa Bonorejo sebagai lokasi pembangunan telah melalui sejumlah tahapan seleksi dan penggalian potensi lokal dalam dua tahun terakhir.

‎Dalam pelaksanaannya, EMCL menggandeng Alas Institute sebagai mitra pendamping. Lembaga ini akan memberikan pelatihan manajerial sekaligus memastikan kolaborasi antar potensi ekonomi desa berjalan optimal.

‎Manajer Program Alas Institute, Arul Efansyah mengatakan, bahwa fokus utama pendampingan adalah mencetak pengelola profesional.

‎“Kami ingin pengelola Balkondes mampu menjalankan unit usaha ini layaknya sebuah perusahaan desa yang berkelanjutan,” katanya kepada Suarabanyuurip.com.

‎Kepala Desa Bonorejo, Rachmad Aksan, menyebut kehadiran Balkondes menjadi jawaban atas kebutuhan warga selama ini. Sebab potensi lokal di Bonorejo belum memiliki wadah pemasaran yang representatif, sehingga produktivitas masyarakat kerap terkendala akses pasar.

‎”Selama ini warga punya produk tapi bingung jualnya di mana. Balkondes akan jadi ikon sekaligus motor penggerak ekonomi yang mandiri,” imbuh Rahmad Aksan.

‎Sementara perwakilan EMCL, Slamet Rijadi menuturkan, bahwa Desa Bonorejo terpilih melalui proses panjang. Mulai dari pendampingan Balkondes Borobudur, pembinaan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, sampai pada penguatan potensi desa pada tahun sebelumnya.

‎“Balkondes ini bukan sekadar gedung, tapi investasi agar warga punya tempat resmi untuk memutar uang melalui sektor wisata dan UMKM. Kita ingin ada nilai ekonomi yang menetap di desa,” tandasnya.(fin)

Pos terkait