SuaraBanyuurip.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah menyiapkan sejumlah program prioritas. Salah satunya mewujudkan pembentukan PAUD Percontohan sebagai pilot project penerapan delapan indikator PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Program ini diharapkan menjadi model layanan PAUD yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga kesehatan, gizi, pengasuhan, sanitasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Hal itu disampaikan Ketua DPC PP PAUD Kabupaten Bojonegoro, Laily Agustina Rahmawati saat mempimpin rapat koordinasi perdana di Ruang Adu Ide, Rektorat Universitas Bojonegoro, sebagai langkah awal menyatukan visi dan program kerja menjelang pengesahan kepengurusan oleh DPD PP PAUD Jawa Timur pada 23 Juli 2026.
Laily menegaskan, PP PAUD hadir sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Bojonegoro.
“Pendidikan anak usia dini tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi lintas sektor agar setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal,” ujar Ketua LPPM Universitas Bojonegoro itu.
Keberadaan DPC PP PAUD Kabupaten Bojonegoro menjadi istimewa karena menghimpun berbagai unsur. Mulai dari Dharma Wanita Persatuan, TP PKK Kabupaten Bojonegoro, IGTKI, SLB, organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiyah dan Muslimat NU, hingga perguruan tinggi, sehingga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD.
Koordinasi perdana ini membahas tiga agenda utama, yakni perkenalan antar-pengurus, penyusunan struktur organisasi, serta penyampaian hasil Rapat Kerja Nasional PP PAUD di Jakarta pada 5 Juni 2026. Dari Rakernas tersebut, para pengurus memperoleh arah kebijakan nasional yang menitikberatkan pada penguatan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), pendidikan karakter, pembelajaran STEAM, literasi dasar, digitalisasi, serta kemitraan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Salah satu program prioritas yang akan diwujudkan di Kabupaten Bojonegoro adalah pembentukan PAUD Percontohan sebagai pilot project penerapan delapan indikator PAUD Holistik Integratif (PAUD HI).
Selain membahas program prioritas, rapat juga mengidentifikasi sejumlah persoalan yang masih dihadapi satuan PAUD, seperti banyaknya guru yang belum terdaftar dalam Dapodik karena latar belakang pendidikan yang belum linier, keterbatasan jumlah guru yang berdampak pada pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar), rendahnya kesejahteraan guru, hingga minimnya sarana sanitasi di beberapa lembaga PAUD.
“Berbagai persoalan ini menjadi perhatian bersama untuk ditindaklanjuti melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan,” tandas Laily.
Secara terpisah, Penasehat DPC PP PAUD Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono menegaskan, investasi terbaik bagi daerah dimulai dari pendidikan anak usia dini.
“Membangun PAUD berarti membangun masa depan Bojonegoro. Pendidikan yang berkualitas sejak usia dini akan melahirkan generasi yang siap membawa daerah ini semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Hj. Nurul Azizah, selaku Pembina Utama DPC PP PAUD Kabupaten Bojonegoro, berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu layanan PAUD.
“PP PAUD harus menjadi penggerak kolaborasi agar setiap anak Bojonegoro memperoleh layanan PAUD yang berkualitas. Melalui kerja sama semua pihak, kita dapat mewujudkan generasi Bojonegoro yang unggul sejak usia dini,” tegasnya.(red)





