Festival Olahraga Kabupaten Bojonegoro Resmi Dibuka, Bupati Ajak Peserta Bergerak dan Bahagia

Festival Olahraga
RESMI DIBUKA : Lomba terompah panjang antara tim Bupati Setyo Wahono melawan tim Wabup Nurul Azizah menandai Opening Ceremony Festival Olahraga Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke 81 Kemerdekaan RI.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Festival Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, resmi dibuka, Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan di GOR Utama, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander ini menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang berlangsung hingga 28 Agustus 2026.

‎Pembukaan festival dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), direktur badan usaha milik daerah (BUMD), serta para camat se-Kabupaten Bojonegoro.

‎Ketua Panitia Festival Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan.

‎“Festival Olahraga Kabupaten Bojonegoro ini kami selenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” kata Arief Nanang.

‎Menurut pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadinpora) Kabupaten Bojonegoro ini, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda tahunan dengan melibatkan berbagai unsur di Kabupaten Bojonegoro.

‎Dia menjelaskan, festival olahraga ini tidak hanya bertujuan membudayakan gaya hidup sehat, tetapi juga melestarikan olahraga tradisional yang mulai ditinggalkan.

‎“Tujuan kegiatan ini untuk membudayakan gaya hidup sehat serta melestarikan olahraga tradisional yang akhir-akhir ini mulai punah dan hilang,” jelasnya.

‎Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks pembangunan olahraga di Kabupaten Bojonegoro, sekaligus meningkatkan derajat kebugaran sumber daya manusia agar lebih produktif dan berdaya saing.

Baca Juga :   DPRD Bojonegoro Minta Pemkab Tak Terbitkan IMB Batching Plan
Festival Olahraga Bojonegoro
Kadinpora Kabupaten Bojonegoro,  Arief Nanang Sugianto selaku Ketua Panitia Festival Olahraga Kabupaten Bojonegoro, berdiri di depan para peserta menyampaikan laporan kegiatan kepada Bupati Setyo Wahono.(arifin jauhari)

‎Festival ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, persatuan, dan kebersamaan antarpeserta, khususnya aparatur pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah, kecamatan, sekolah, maupun masyarakat.

‎Ditambahkan, festival tersebut menjadi momentum untuk sejenak meninggalkan rutinitas pekerjaan dan menikmati olahraga bersama.

‎“Tidak perlu menang, yang penting semua bahagia,” tambahnya.

‎Festival Olahraga Kabupaten Bojonegoro digelar di tiga venue. Sejumlah cabang olahraga tradisional dan olahraga prestasi dipertandingkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Utama Bojonegoro, sementara panahan tradisional digelar di stadion, termasuk cabang skateboard.

‎Untuk cabang egrang, peserta dari OPD dan kecamatan mencapai 65 tim, sedangkan tingkat SMA/SMK sebanyak 15 tim. Cabang terompah panjang diikuti 58 tim dari OPD dan kecamatan serta 13 tim tingkat SMA/SMK.

‎Sementara itu, cabang hadang atau gobak sodor diikuti 34 tim dari OPD dan kecamatan serta 12 tim tingkat SMP. Cabang dagongan diikuti 40 tim dari OPD dan kecamatan, 32 tim dari Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), serta 19 tim tingkat SMA/SMK.

‎Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti pembukaan Festival Olahraga Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga :   Bupati Setyo Wahono Bangga Bojonegoro Terpilih Tuan Rumah Festival Olahraga Pendidikan 2025

‎“Saya melihat para peserta sangat bersemangat dan kegiatan ini kita selenggarakan untuk membangun kesehatan, tetapi tidak lupa bahagia,” tutur Setyo Wahono.

Festival Olahraga Bojonegoro
Atraksi push bike dalam acara pembukaan.(arifin jauhari)

‎Bupati asli Bojonegoro, asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini meminta, seluruh peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama, melainkan memanfaatkan kegiatan tersebut untuk bergerak bersama, menjaga kebugaran, dan memperkuat silaturahmi.

‎“Yang penting adalah bergerak bersama, bersenang-senang bersama, menjaga kebugaran bersama, serta membangun silaturahmi dan kebersamaan,” bebernya.

‎Menurut Mas Wahono, begitu karib disapa, berbagai permainan tradisional seperti dagongan, hadang, egrang, dan terompah panjang memiliki nilai penting dalam membangun kerja sama dan sinergi.

‎“Kita ingin membangun kebersamaan, membangun kerja sama dan sinergi dengan tujuan yang sama, tetapi tidak lupa bahwa kita harus terus bahagia,” tuturnya.

‎Dia menegaskan, bahwa kesehatan dan kebahagiaan merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat.

‎“Kita harus terus memotivasi diri bahwa kesehatan dan kebahagiaan merupakan satu dasar yang kuat,” tegasnya.

‎Setyo Wahono kemudian secara resmi membuka Festival Olahraga Kabupaten Bojonegoro dengan mengucapkan basmalah.

‎“Selamat bertanding, junjung sportivitas, jaga persaudaraan, dan jangan lupa bahagia,” pesannya.

‎Pembukaan festival kemudian ditandai dengan pertandingan terompah panjang antara Tim Bupati yang terdiri atas pejabat laki-laki melawan Tim Wakil Bupati yang terdiri atas pejabat perempuan.

Suasana pertandingan pembuka berlangsung meriah dan penuh sorak-sorai. Dilanjutkan dengan parade dan sejumlah atraksi. Salah satunya tampilan atraktif push bike (sepeda tanpa pedal) dari anak anak usia dini.(fin/adv/kominfo)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait