Sri Setyorini Lepas Pasukan ETK Pramuka Blora

Pramuka Blora
SIMBOLIS : Kwarcab Gerakan Pramuka Blora, Kak Hj. Sri Setyorini saat serahkan lencana penghargaan untuk para pembina Pramuka, serta piagam penghargaan bagi peserta Jambore Nasional Pramuka 2026 yang telah kembali dari Bumi Perkemahan Cibubur.(ist/ali)

SuaraBanyuurip.com – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Blora, Jawa Tengah, Kak Hj. Sri Setyorini, melepas Pasukan Estafet Tunas Kelapa (ETK) dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, di Lapangan Kridosono Blora, Selasa (1/9/2026).

‎Kegiatan ETK yang digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah tersebut dimulai pukul 07.00 WIB. Pelepasan dilakukan melalui upacara yang dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta pelajar Pramuka tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat se-Kwartir Ranting Blora Kota.

‎Pasukan ETK terdiri atas pembawa bendera Merah Putih, tunas kelapa, bendera semaphore, serta Pramuka Penegak. Dari Lapangan Kridosono, pasukan berjalan kaki sejauh 3,5 kilometer menuju Kantor Kecamatan Blora Kota dengan diiringi penampilan drumband Gita Smaradhana SMA Negeri 1 Blora.

‎Dalam amanatnya, Hj. Sri Setyorini, membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah.

‎“Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya kita dapat menyelenggarakan tradisi kebanggaan Pramuka Jawa Tengah, yaitu Estafet Tunas Kelapa Tahun 2026,” ujarnya.

‎Dia menyampaikan, tema Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 adalah “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”. Tema ini mengamanatkan Pramuka untuk berada di garis depan kedaulatan bangsa melalui kreasi dan inovasi di bidang pangan. Semangat ini terintegrasi secara utuh dengan arah pembangunan daerah melalui prinsip “Ngopeni dan Nglakoni Jawa Tengah”.

‎Ngopeni (Merawat & Peduli) itu wujud kepedulian Pramuka untuk merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, mengayomi petani, dan melestarikan lingkungan lokal di setiap etape wilayah yang dilalui. Sedangkan Nglakoni (Menjalankan & Bekerja Keras) yakni cerminan ketangguhan Pasukan ETK yang menembus berbagai rute perjalanan bekerja keras, berdisiplin, dan mempraktikkan keterampilan hidup dengan aksi nyata di masyarakat.

‎“Melalui kolaborasi antara semangat Gerakan Pramuka dan nilai Ngopeni Nglakoni, kami berharap Pramuka Jawa Tengah dapat terus menjadi benteng moral sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah,” katanya.

‎Dia berpesan kepada seluruh Pasukan ETK, pembina, pendamping, serta jajaran Kwarcab dan Kwartir Ranting untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kekompakan selama perjalanan. Tebarkan pesan positif, kedamaian, dan kepedulian di setiap wilayah yang dilalui. Kegiatan ETK juga diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

‎“Selamat bertugas. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, perlindungan, dan kelancaran dalam setiap langkah perjuangan kita. Satu Pramuka untuk Satu Indonesia. Pramuka Jawa Tengah: Ngopeni, Nglakoni, Mengabdi Tanpa Henti,” tambahnya.

‎Sementara, Kak Hj. Sri Setyorini, juga mengingatkan generasi muda saat ini tumbuh di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi, serta perubahan dunia kerja yang menghadirkan tantangan baru.

‎“Gerakan Pramuka terus berupaya menghadirkan pendidikan yang mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan tersebut dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai landasan karakter, etika, gotong royong, dan semangat kebangsaan,” tutur Hj. Sri Setyorini yang juga Wakil Bupati Blora.

‎Menurut Setyorini teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas kemampuan generasi muda. Namun, kemampuan tersebut akan semakin berarti apabila disertai karakter yang memberikan arah. Yakni, teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, karakter yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan.

‎“Pramuka harus bisa mencetak generasi Blora yang mandiri, aktif, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi kemajuan zaman,” pungkasnya.

‎Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan upacara peringatan Hari Kartini tingkat Kwarcab Blora, penyerahan sejumlah lencana penghargaan untuk para pembina Pramuka, serta piagam penghargaan bagi peserta Jambore Nasional Pramuka 2026 yang telah kembali dari Bumi Perkemahan Cibubur.(red/ali)

Pos terkait