Komite Ekraf Bojonegoro Asah Akting Talenta Muda di Era Digital

Komite Ekraf Bojonegoro
WORKSHOP : Komite Ekraf Bojonegoro asah akting talenta muda di era digital.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Kemampuan akting kini tak hanya dibutuhkan untuk bermain film atau teater. Di tengah pesatnya industri konten digital, skill seni peran juga menjadi modal penting bagi content creator, presenter, influencer, hingga kreator yang mengandalkan kemampuan tampil di depan kamera.

‎Peluang tersebut coba ditangkap Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bojonegoro dengan menggelar Acting Workshop di Gedung Bojonegoro Creative Hub (BCH), Sabtu (5/9/2026).

‎Kegiatan yang digelar mulai pukul 15.00 WIB tersebut merupakan kolaborasi Komite Ekraf Kabupaten Bojonegoro bersama Forum Film Bojonegoro dan Kayangan Acting Studio.

‎Workshop menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan seni peran sekaligus mengenal peluang pengembangan diri di industri kreatif.

‎Pemateri workshop, Oky Dwi Wicahyo, sutradara teater sekaligus acting coach asal Bojonegoro mengatakan, kemampuan akting tidak semata-mata ditentukan oleh penampilan.

‎“Akting itu soal kejujuran. Modal jadi aktor bukan harus ganteng atau cantik, tapi berani dan mau latihan,” katanya.

‎Dalam kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menjalani praktik langsung. Materi yang diberikan antara lain olah tubuh, olah vokal, improvisasi, ekspresi, hingga pendalaman karakter.

Baca Juga :   Pasok Air Bersih BPBD Libatkan Perusahaan

‎Keterampilan ini dinilai relevan dengan perkembangan industri konten digital. Kemampuan mengolah ekspresi, intonasi, improvisasi, membangun karakter, hingga berkomunikasi dengan audiens dapat membantu kreator menghasilkan konten yang lebih natural dan menarik.

‎Ketua Komite Ekraf Kabupaten Bojonegoro, Mochammad Alfianto, mengatakan, penguatan talenta menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di daerah.

‎Kolaborasi Komite Ekraf dengan Forum Film Bojonegoro dan Kayangan Acting Studio dinilai penting karena mereka adalah praktisi di bidangnya.

‎”Ini menjadi bukti bahwa ekosistem ekonomi kreatif bisa tumbuh ketika kita berkolaborasi,” kata Mochamad Alfianto kepada Suarabanyuurip.com.

‎Menurut Alfian, sapaan akrabnya, pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan kegiatan. Talenta lokal juga perlu mendapatkan ruang untuk belajar, berlatih, menghasilkan karya, sekaligus terhubung dengan pelaku industri.

‎Karena itu, Acting Workshop diharapkan menjadi salah satu pintu untuk menemukan dan mengembangkan talenta muda Bojonegoro, khususnya pada subsektor film, animasi dan video serta seni pertunjukan.

‎Lebih jauh, kemampuan yang diperoleh dari seni peran juga dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan industri konten digital. Mulai dari menjadi pemeran dalam produksi film dan iklan, pembuat konten, presenter, public speaker, hingga profesi kreatif lain yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan storytelling.

Baca Juga :   Razia Homestay, Satreskrim Polres Bojonegoro Amankan Puluhan Muda-Mudi

‎Komite Ekonomi Kreatif Bojonegoro bersama para mitra selanjutnya berencana mengembangkan kegiatan lanjutan berupa kelas akting, mentoring produksi, pengembangan karya, serta wadah kolaborasi antarpelaku kreatif.

‎”Upaya ini diharapkan tidak hanya melahirkan aktor dan pelaku seni pertunjukan baru, tetapi juga menciptakan talenta muda yang mampu memanfaatkan kreativitas sebagai peluang ekonomi di tengah berkembangnya industri konten digital,” tandas Alfian.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait