SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Gelaran Bojonegoro Collaboration Festival (Bolo Fest) 2025 sukses digelar di Bojonegoro Creative Hub, Minggu (7/12/2025). Ajang kolaborasi lintas komunitas kreatif ini menghadirkan energi baru bagi perkembangan ekonomi kreatif di Bojonegoro.
Festival dibuka secara resmi oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Kegiatan ini juga melibatkan 20 komunitas dari berbagai sektor.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif sekaligus Steering Committee Bolo Fest 2025, Alfian mengatakan, salah satu program yang menjadi sorotan publik adalah Pameran Temporer bertajuk “Bojonegoro Berbudaya” yang dihadirkan oleh Komunitas Bojonegorohistory.
“Sejak dibuka, ratusan pengunjung memadati area pameran, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap sejarah dan kebudayaan lokal di Bojonegoro,” ujarnya.
Koordinator Pameran Temporer, Gema Ramadhoni, menjelaskan pameran perdana Bojonegorohistory menampilkan 80 foto lama Bojonegoro pada masa Hindia Belanda, peta persebaran situs diduga cagar budaya hasil riset komunitas selama dua tahun, linimasa sejarah dengan sekitar 40 periode penting, serta berbagai arsip berupa majalah, buku, dan koran era kolonial.
“Semua materi ini dihadirkan untuk mengajak masyarakat melihat kembali perjalanan sejarah dan kebudayaan Bojonegoro,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Bupati Wahono menyampaikan, tema “Energi Baru Bojonegoro, Kreativitas yang Menyala” mencerminkan semangat mendorong kemajuan industri kreatif lokal di tengah dominasi isu eksplorasi migas.
Menurut Bupati Wahono, Bolo Fest menjadi wadah penting bagi para pelaku kreatif untuk menunjukkan potensi, kolaborasi, dan menciptakan gagasan yang berdampak bagi Bojonegoro.
“Ekonomi kreatif adalah masa depan, dan Bojonegoro memiliki energi besar untuk menjadi pusat inovasi. Pemerintah daerah selalu siap mendukung dan berkolaborasi,” ujar Bupati.(jk)





