SuaraBanyuurip.com – Data desil kesejahteraan masyarakat (DESIL) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) saat ini masih mengacu pada kondisi tahun 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) menilai data tersebut perlu diperbarui secara menyeluruh karena kondisi sosial dan ekonomi masyarakat telah mengalami banyak perubahan hingga 2026.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Jateng, Dr. Ali Said, MA saat melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Kamis (10/9/2026). Rombongan BPS Jateng bersama Kepala BPS Kabupaten Blora Rukhedi, S.Si., MSE dan jajaran diterima langsung Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman di Kantor Bupati Blora.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah perkembangan sosial dan ekonomi Kabupaten Blora, termasuk hasil pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta persoalan pemutakhiran data DESIL yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Kepala BPS Provinsi Jateng, Ali Said menjelaskan, data DESIL yang saat ini menjadi rujukan masih menggunakan kondisi pada tahun 2022. Padahal, dalam kurun waktu empat tahun, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat mengalami perubahan yang cukup signifikan.
“DESIL yang saat ini rujukannya masih kondisi tahun 2022 dan sekarang sudah 2026 banyak perubahan kondisi di masyarakat yang tentu mempengaruhi informasi pada data itu sendiri, sehingga perlu pemutakhiran data secara menyeluruh,” jelas Ali.
Menurut Ali, proses pemutakhiran data tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, BPS, serta masyarakat agar data yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi terkini.
Ditegaskan, bahwa perubahan status DESIL tidak hanya ditentukan oleh kondisi satu individu dalam sebuah keluarga. Kondisi seluruh anggota keluarga turut menjadi bagian yang diperhitungkan dalam penentuan status tersebut.
“Kita membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, Pemkab, desa dan masyarakat, karena perubahan pada DESIL ini tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan individu atau personal pada keluarga itu sendiri, tetapi seluruh anggota keluarga,” katanya.
Masyarakat Bisa Sampaikan Masukan
Bupati Blora, Arief Rohman, menyambut baik penjelasan BPS terkait kondisi data DESIL tersebut. Dia mengatakan, pemerintah daerah dan BPS terbuka terhadap masukan masyarakat apabila terdapat data yang dinilai tidak lagi sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Alhamdulillah kita kedatangan Kepala BPS Jawa Tengah dan BPS Blora. Kita berdiskusi berbagai hal, khususnya sekarang yang menjadi perhatian publik ini terkait dengan DESIL,” ujar Arief.
Arief menjelaskan, masyarakat yang merasa status DESIL-nya tidak sesuai dengan kondisi terkini dapat menyampaikan informasi melalui Dinas Sosial (Dinsos) maupun langsung kepada BPS Kabupaten Blora. Masukan tersebut selanjutnya akan diproses sesuai mekanisme pemutakhiran data yang berlaku.
“BPS sangat menerima masukan atas status DESIL yang ada. Bisa dilaporkan melalui Dinsos atau langsung ke BPS Blora. Perubahan data sesuai kondisi terbaru itulah yang nantinya bisa mengubah status atau urutan DESIL,” terang Arief.
Ketersediaan data yang akurat dan mutakhir, menurut Arief, sangat penting karena menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan dan program pembangunan, termasuk upaya penanggulangan kemiskinan.
Dia berharap sinergi antara Pemkab Blora dan BPS terus diperkuat sehingga data yang digunakan pemerintah benar-benar mampu menggambarkan kondisi masyarakat secara aktual.
“Terima kasih atas penjelasannya. Semoga kita bisa terus bersinergi dalam rangka perkembangan pertumbuhan ekonomi di Blora, angka kemiskinan turun,” ujarnya.
Ekonomi Blora Tumbuh 2,67 Persen
Dalam audiensi tersebut, BPS juga memaparkan perkembangan perekonomian Kabupaten Blora berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan II 2026.
Perekonomian Blora pada Triwulan II 2026 masih tumbuh positif secara tahunan sebesar 2,67 persen (year-on-year/y-on-y). Sementara itu, pertumbuhan secara kumulatif pada Semester I 2026 tercatat mencapai 3,90 persen.
Namun, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, perekonomian Blora mengalami kontraksi sebesar 3,97 persen secara quarter-to-quarter (q-to-q). Kondisi tersebut menunjukkan adanya perlambatan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek yang perlu menjadi perhatian bersama.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Blora dengan kontribusi sebesar 67,26 persen. Komponen itu tumbuh 4,93 persen dibandingkan Triwulan II 2025.
Selain konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah tumbuh 20,61 persen, sedangkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh sebesar 9,29 persen.
Pertumbuhan pada sejumlah komponen tersebut menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, dan investasi masih memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi daerah.
Sementara dari sisi lapangan usaha, struktur ekonomi Kabupaten Blora masih didominasi sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, dan industri pengolahan. Keempat sektor itu secara bersama-sama memberikan kontribusi sekitar 69,37 persen terhadap PDRB Blora.
Struktur tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perekonomian Blora masih memiliki ketergantungan cukup besar terhadap sektor berbasis sumber daya alam, produksi primer, perdagangan, dan industri pengolahan.
Karena itu, tantangan pembangunan ekonomi ke depan tidak hanya menjaga pertumbuhan tetap positif, tetapi juga meningkatkan kualitas pertumbuhan agar lebih tinggi, stabil, dan berkelanjutan.
Penguatan produktivitas pertanian, peningkatan nilai tambah dan hilirisasi komoditas, pengembangan industri pengolahan, penguatan sektor perdagangan, serta peningkatan investasi menjadi sejumlah langkah strategis yang perlu terus didorong.
Sensus Ekonomi 2026
Selain perkembangan ekonomi dan data DESIL, audiensi juga membahas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Blora.
Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan secara door-to-door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat serta pelaku usaha di Kabupaten Blora.
Bupati Arief menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan membantu menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Blora yang telah membantu menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” pungkasnya.
Dengan pemutakhiran data sosial serta tersedianya statistik ekonomi yang semakin akurat, Pemkab Blora diharapkan dapat menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Blora. (red/ali)





