Menggugah Mimpi Anak-anak Tepian Hutan Jati

PIC KIBO 12, Harum Feby Wijayanti
PIC KIBO 12, Harum Feby Wijayanti (berbusana biru, tengah) bersama Kadisdik Bojonegoro Anwar Mukhtadlo, dan para relawan pengajar bersiap memantik semangat para sisa SD tepian hutan.(suarabanyuurip.com/arifin)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Harum Febby Wijayati tengah menyiapkan perjumpaan anak-anak Sekolah Dasar (SD) wilayah Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dengan para profesional berbagai bidang.

Guru SDN Setren IV yang mengajar sejak 2024 itu, dipercaya sebagai PIC Kelas Inspirasi Bojonegoro (KIBO) 12 untuk membawa cerita, dan pengalaman profesi langsung ke sekolah-sekolah di wilayah tepian hutan jati tersebut.

KIBO 12 akan menggelar Hari Inspirasi di 11 SD Negeri wilayah Kecamatan Bubulan, Sabtu (26/09/2026), mendatang. Bagi perempuan aktifis bidang seni dan pendidikan itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan anak-anak untuk mengenal lebih banyak pilihan profesi.

Sedangkan bagi anak-anak SD dari desa pinggir hutan, mendapat cerita langsung dari pelaku profesi adalah pengalaman baru. Apalagi biasanya mereka hanya mengetahui dari media.

Demi perhelatan Hari Inspirasi pula, pada Sabtu (19/9/2026) digelar Briefing Akbar KIBO 12 di Pendapa Malowopati, Bojonegoro. Kegiatan yang dipersiapkan Feby bersama tim tersebut, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bojonegoro, M Anwar Mukhtadlo, para relawan pengajar, pendidik, kepala sekolah, serta camat dari wilayah yang menjadi titik kegiatan.

Briefing di kompleks rumah dinas Bupati Bojonegoro itu, menurut Feby—sapaan karibnya, menjadi bagian penting sebelum para relawan turun ke sekolah. Selain memberikan pemaparan lebih detail, kegiatan tersebut untuk menyamakan pandangan, dan membangun konsep agar Hari Inspirasi berjalan lancar.

“Sebagai rangkaian Hari Inspirasi, untuk memberikan pemaparan secara lebih detail, menyelaraskan pandangan, dan membangun konsep agar berjalan lancar,” kata Feby.

KIBO telah terselenggara sejak kegiatan pertama pada 11 November 2013. Saat itu kegiatan digelar secara bersamaan di empat kecamatan. Hari Inspirasi yang diperingati setiap 26 September menjadi agenda tahunan yang diperigati rutin oleh KIBO.

Baca Juga :   4 Siswa SD di Tuban Unas di Rumah Sakit

Feby sendiri baru bergabung sebagai relawan pada KIBO #10 tahun 2024. Setahun berikutnya, dia dipercaya menjadi koordinator Divisi Creative Event KIBO 11. Pengalaman tersebut mengantarkannya dipercaya memimpin persiapan KIBO 12 sebagai PIC.

Keterlibatan dalam KIBO melengkapi pengalaman Feby di bidang pendidikan dan kreativitas. Dia merupakan mahasiswa berprestasi dari STKIP PGRI Pasuruan yang kini menjadi Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara). Kecintaannya terhadap budaya dan seni juga, telah membawanya aktif sebagai siswa tari di Sanggar Tari Dharma Budaya, dan pelatih tari tradisional di Paguyuban Mustika Laras Kota Pasuruan.

Pengalaman di bidang seni terus berkembang hingga Feby menjadi kreator tari Pasuruan Kondhang, dan tergabung dalam kontingen Duta Seni Kota Pasuruan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 2015-2016. Dia juga pernah masuk tujuh tim terbaik nasional dalam PORSENASMA PGRI 2017 di Palembang.

Selain itu Feby memiliki pengalaman organisasi sebagai Bendahara Dewan Kesenian Pasuruan (DKP) Kota Pasuruan periode 2019-2024. Dia juga pernah menjadi finalis Kange Yune Bojonegoro 2010.

Dengan latar belakang tersebut, Feby bersama relawan KIBO 12 menyiapkan kegiatan yang mempertemukan siswa dengan profesional dari berbagai bidang. Relawan yang terlibat berasal dari latar belakang pendidikan maupun nonpendidikan, dengan pengalaman kerja profesional minimal dua tahun.

Mereka terdiri atas relawan pengajar atau inspirator dan relawan dokumentator. Para inspirator berasal dari beragam profesi, seperti ilmuwan, masinis, arsitek, dokter, tentara, polisi, pegawai bank, programmer, penerjemah, entrepreneur, pramugari hingga peternak inspiratif.

Bagi Feby, keberagaman profesi tersebut penting karena sasaran utama KIBO adalah siswa SD maupun madrasah ibtidaiyah (MI), terutama sekolah yang membutuhkan dukungan dan perhatian lebih, termasuk sekolah di wilayah pelosok. Melalui pertemuan langsung dengan para profesional, anak-anak diharapkan memiliki gambaran lebih luas tentang pilihan cita-cita.

Baca Juga :   Mahkamah Konstitusi Putuskan Pemerintah Wajib Gratiskan Pendidikan Dasar

Pengalaman sebagai guru, relawan KIBO, pegiat seni dan penggerak kegiatan kreatif yang ada pada diri Feby, kini bertemu dalam satu kegiatan. Melalui KIBO 12, dia bersama para relawan ingin membawa pengalaman tersebut ke ruang-ruang kelas di Bubulan.

Dari sekolah-sekolah di tepian hutan itu, anak-anak akan dipertemukan dengan dunia profesi yang lebih luas. Harapannya, perjumpaan tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman sehari, tetapi menjadi pemantik bagi mereka untuk berani bermimpi dan mengejar cita-cita.

“Siswa nantinya tidak hanya mengenal nama sebuah profesi. Mereka dapat mendengar langsung pengalaman orang yang menjalani pekerjaan tersebut,” ungkapnya.

Kadisdik Bojonegoro, M Anwar Mukhtadlo, menyampaikan apresiasi kepada para relawan KIBO, termasuk Feby yang dipercaya menjadi PIC. Dia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat ketika para relawan hadir di sekolah-sekolah Kecamatan Bubulan yang merupakan wilayah tepian hutan.

Kelas Inspirasi selaras dengan program prioritas Bupati Bojonegoro Setyo Wahono di bidang pendidikan, terutama penanganan dan pencegahan anak tidak sekolah. Kegiatan semacam KIBO juga dinilai dapat memberikan aktivitas positif kepada anak di tengah pembatasan penggunaan telepon seluler (HP).

“Penggunaan HP berlebihan menyebabkan 11 hambatan fungsional, salah satunya speed delay (terlambat bicara) yang menghambat perkembangan anak didik,” bebernya.

Anwar menilai kehadiran relawan dari berbagai profesi dan domisili, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Bojonegoro, dapat memberikan pengalaman baru bagi peserta didik. Pertemuan tersebut sekaligus membuka wawasan anak mengenai profesi yang sebelumnya mungkin hanya mereka kenal melalui cerita atau media.

“Ini sangat penting, karena memacu semangat belajar peserta didik di sekolah untuk mengejar cita-cita,” pungkas Anwar.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait