SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban –  Empat pelajar sekolah dasar di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengerjakan ujian nasional (unas ) di hari pertama di rumah sakit karena sakit. Mereka adalah Hasna Anggika Mahdiani (12), pelajar SDN Latsari 1 Tuban.  Kemudian Suciana dari SDN Montong Sekar 1 Kecamatan Montong, Anis dari SDN Jadi 4 Kecamatan Semanding, dan Ike Nurhayati dari SDN Bektiharjo 3 Kecamatan Semanding. Sementara pelajar yang harus menyusul adalah Ainurrofiq, dari MI Miftahul Huda Rawasan Kecamatan Jenu
Dari pantuan disalah satu rumah sakit, Hasna Anggika, pelajar asal Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Kota, itu mengerjakan unas di rumah sakit Semen Gresik, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, karena sakit Demam Berdarah (DB). Dia terlihat sibuk mengerjakan soal UN Bahasa Indonesia. Meski dengan infus ditangan kiri, pelajar yang masuk kelas unggulan disekolahnya ini tetap mengerjakan soal dengan tenang dibawah pengawasan dari dua Guru dan salah satu petugas dari Polsek Kota.
Informasi yang didapat, pelajar yang masuk dikelas unggulan di SDN Latsari 1 Tuban tersebut masuk RS sejak Sabtu kemarin. Saat itu Anggita mendadak sakit dan dibawa orang tuanya untuk berobat. Usai diperiksa, pelajar ini diharuskan opname karena diketahui mengidap demam berdarah.
“Anak saya sakit sejak Sabtu kemarin mas,†kata Djanu Tari (41), orang tua pelajar ini.
Mendengar anaknya harus diopname, pria ini langsung menghubungi pihak sekolah. Dari sini kemudian diputuskan Anggita harus mengerjakan UN di Rumah Sakit. Meski begitu dia optimis anaknya akan mengerjakan soal ini dengan maksimal.
“Anak saya sudah persiapkan UN jauh-jauh hari, saya yakin dia bisa kerjakan soal UN dengan baik,†tambah Djanu.
Dikonfirmasi, Kepala Bidang Pendidikan TK/SD, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban, Sutarno, mengungkapkan sebenarnya ada 4 siswa yang terpaksa kerjakan UN di RS lantaran sakit. Sementara itu juga diketahui ada satu siswa terpaksa harus mengikuti UN susulan karena kondisi yang tidak memungkinkan karena sakit.
“Ada empat siswa yang kerjakan UN di RS, dan satu siswa harus mengikuti susulan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan,†terang Sutarno.(edp)