SuaraBanyuurip.com — Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro melibatkan akademisi Universitas Bojonegoro (Unigoro) dalam penyusunan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026. Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat proses penyusunan indeks melalui dukungan akademik dan pengolahan data.
Kepala Dinpora Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto menuturkan, penyusunan IPP menjadi instrumen penting untuk melihat perkembangan pembangunan pemuda secara lebih terukur.
“Sehingga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pemuda sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam mendukung perencanaan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Bojonegoro,” tuturnya dalam rapat koordinasi (rakor) di Creative Room Lantai 6 Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (23/9/2026).
Senada disampaikan Asisten Daerah I Kabupaten Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur Prasetijo. Ia turut memberikan arahan mengenai pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam pembangunan kepemudaan. Sinergi antar lembaga diperlukan agar program dan kebijakan yang berkaitan dengan pemuda dapat berjalan secara selaras.
“Sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” imbuhnya.
Pada kesempatan ini, M. Rizqi Agustino memaparkan tentang proses penyusunan dan penghitungan IPP Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026. Mencakup indikator yang digunakan, kebutuhan data, serta tahapan pengolahan data dalam penyusunan IPP. Menurut dia, penyusunan IPP diharapkan tidak hanya menghasilkan nilai indeks, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kondisi dan perkembangan pembangunan pemuda di Kota Ledre.
“Informasi pada setiap indikator dapat menjadi bahan untuk melihat aspek pembangunan pemuda yang telah berkembang maupun yang masih memerlukan perhatian,” papar akademisi Unigoro.
Rizqi melanjutkan, hasil penyusunan IPP dapat dimanfaatkan sebagai baseline pembangunan kepemudaan dan bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Data tersebut juga dapat mendukung perencanaan program dan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi serta kebutuhan pemuda di Kabupaten Bojonegoro.
“Sehingga menjadi salah satu acuan dalam penyusunan kebijakan dan program kerja pembangunan kepemudaan,” pungkas praktisi digital marketing ini.(red)





