SuaraBanyuurip.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, melakukan kunjungan desa terpadu dan pembinaan administrasi di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di balai desa ring satu ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu, itu dihadiri Camat Gayam Erna Zulaikah, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Bojonegoro, TP PKK se-Kecamatan Gayam, perangkat desa, Forkopimcam Gayam, serta sejumlah pihak terkait.
Ketua TP PKK Desa Sudu, Muyatin, dalam laporannya menyampaikan, Desa Sudu memiliki luas wilayah sekitar 325 hektare yang terbagi menjadi lima dusun, yakni Dusun Sudu, Alasmlati, Tenggor, Kembangan, dan Bedahan.
Memiliki tujuh Rukun Warga (RW) dan 16 Rukun Tetangga (RT), dengan jumlah penduduk 7.459 jiwa. Rinciannya, 3.554 laki-laki dan 3.905 perempuan, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 2.599 KK.

Dari sisi pendidikan, tercatat 747 warga tidak tamat SD, 188 belum tamat SD, 433 lulusan SLTP, 437 lulusan SLTA, D1 sebanyak delapan orang, D3 dua orang, dan S1 sebanyak 83 orang.
Sementara dari sisi mata pencaharian, terdapat 11 guru, 15 orang yang berprofesi sebagai ASN, TNI, dan Polri, 390 petani, 233 buruh tani, serta 27 pedagang.
“Kami berupaya untuk terus melakukan kegiatan sesuai bidangnya, mulai Pokja I, Pokja II, Pokja III hingga Pokja IV. Dengan berkoordinasi pihak terkait, alhamdulillah semua telah berjalan lancar,” ujar Muyatin.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono mengatakan, kunjungan desa terpadu dan pembinaan administrasi bukan sekadar kegiatan pembinaan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, mendengarkan aspirasi masyarakat, sekaligus melihat berbagai praktik baik yang telah berjalan di desa.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga tema utama yang dibahas, yakni pengembangan program Gayatri, pemilahan sampah bernilai ekonomi, serta sosialisasi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK.
Program Gayatri diarahkan untuk meningkatkan konsumsi protein sekaligus pendapatan keluarga melalui kegiatan peternakan ayam.
“Kami mengapresiasi inovasi kegiatan yang bagus dan mendorong publikasi serta praktik baik yang dijalankan di Kecamatan Gayam, baik dalam peningkatan ekonomi melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun upaya menekan stunting,” kata Cantika.
Kunjungi Bank Sampah Berkah
Dalam rangkaian kunjungannya, Cantika Wahono juga melihat langsung pengelolaan Bank Sampah Berkah di Desa Sudu. Dia menyaksikan aktivitas warga dalam memilah dan mengelola sampah, seperti botol plastik bekas dan berbagai jenis sampah lainnya.

Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya masyarakat mengurangi sampah di lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi terhadap barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Cantika mengapresiasi gerakan pengelolaan sampah yang berkembang di Desa Sudu. Menurutnya, Bank Sampah Berkah dapat menjadi salah satu contoh praktik baik dalam pengelolaan sampah, mulai dari proses pemilahan hingga penjualan.
Hasil penjualan sampah bahkan dapat dimanfaatkan untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Ini kegiatan yang bagus di Desa Sudu. Terus semangat dan selamat sukses selalu,” ujar istri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono tersebut.
Selain mengunjungi Bank Sampah Berkah, Cantika Wahono juga meninjau kegiatan posyandu, pengelolaan kerajinan, serta mengunjungi warga lanjut usia (lansia) di Desa Sudu sekaligus memberikan taliasih.(red/ko)





