SuaraBanyuurip.com – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, meninjau langsung pelaksanaan program lantainisasi rumah warga di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Rabu (7/10/2026).
Program bantuan tempat tinggal layak ini digulirkan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bekerja sama dengan TROPIS Indonesia.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Bupati Setyo Wahono melihat proses pengerjaan hunian milik Sri Jaini, warga RT 02/RW 01 Desa Sukoharjo yang menjadi salah satu penerima manfaat.
Bupati Setyo Wahono mengapresiasi tinggi atas intervensi perbaikan kualitas hunian warga tersebut karena beririsan langsung dengan upaya penanggulangan kemiskinan daerah.
“Ini adalah program yang bagus dan perlu dilanjutkan demi membantu menurunkan angka kemiskinan,” kata Bupati Setyo Wahono saat meninjau lokasi.
Program lantainisasi ini menyasar 35 penerima manfaat yang tersebar di dua kecamatan, yakni 26 unit di Kecamatan Gayam dan 9 unit di Kecamatan Kalitidu.
Perwakilan EMCL, Ali Mahmud, menjelaskan, program ini merupakan wujud kepedulian Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama EMCL. Selain itu, program ini juga bentuk sinergi dalam mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
“Ini adalah wujud komitmen kami terhadap masyarakat sekitar wilayah operasi Kedung Keris, sekaligus mendukung Pemkab Bojonegoro dalam menjalankan program-program prioritasnya,” ucapnya.
Ali berharap, program ini memberi manfaat berkelanjutan, tidak hanya pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga memicu peningkatan kesadaran warga terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Guna memastikan dampak program berjalan holistik, pengerjaan fisik dilaksanakan terukur sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Detail Engineering Design (DED) yang disepakati dalam musyawarah desa.
Ketua TROPIS Indonesia, Musyadad, menyampaikan, selain pembangunan fisik, penerima manfaat juga akan dibekali pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuannya agar terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan hunian. Setelah seluruh rangkaian tuntas, fasilitas akan diserahterimakan kepada pemerintah desa dan masyarakat.
“Kami mohon dukungan dari semua pihak agar pembangunan berjalan sukses,” ucapnya.(red)





