SuaraBanyuurip.com – Upaya mewujudkan rumah sehat tidak cukup hanya melalui perbaikan kondisi fisik bangunan. Kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting. Untuk itu, TROPIS Indonesia menggelar kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekaligus pelatihan pembuatan pembersih lantai alami bagi masyarakat penerima manfaat Program Rumah Sehat dengan Lantainisasi yang didukung pendanaan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026) tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda, yakni Puskesmas Gayam untuk masyarakat Kecamatan Gayam dan rumah Siti Hadiah, Desa Leran, RT 01, RW 01, untuk masyarakat Kecamatan Kalitidu.
Sebanyak 35 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 26 peserta dari Kecamatan Gayam dan 9 peserta dari Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka merupakan bagian dari keluarga penerima manfaat program lantainisasi yang menyasar 35 rumah di delapan desa, yakni Bonorejo, Mojodelik, Gayam, Brabowan, Sudu, Ngraho, Kecamatan Gayam, Leran, dan Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.
Dalam pelaksanaan kegiatan di Kecamatan Gayam, TROPIS Indonesia menghadirkan Kiki selaku petugas Promosi Kesehatan (Promkes) dan Dela selaku petugas Sanitasi dari Puskesmas Gayam. Keduanya memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan PHBS, terutama dalam menjaga kebersihan rumah, lingkungan, dan kesehatan keluarga.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Kalitidu menghadirkan Ns. Puguh dan Rizal dari bagian Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Pungpungan. Keduanya memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua TROPIS Indonesia, Muhammad Musyadad, menyampaikan, bahwa kampanye PHBS merupakan bagian penting dari rangkaian Program Rumah Sehat dengan Lantainisasi. Menurutnya, pembangunan fisik rumah perlu diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.
”Setelah rumahnya menjadi lebih layak dan bersih melalui lantainisasi, selanjutnya perlu diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat. Kami berharap masyarakat tidak hanya memiliki rumah dengan lantai yang lebih bersih, tetapi juga mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Musyadad dalam keterangan tertulis kepada Suarabanyuurip.com, Senin (2/11/2026).
Kepala Puskesmas Gayam, drg. Alfa Zahra, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya PHBS sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat. Dia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai kebiasaan rutin, baik di lingkungan rumah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
”PHBS sangat penting demi kesehatan masyarakat. Jadikan PHBS sebagai kebiasaan rutin sehari-hari,” pesannya.
Sementara itu, Perwakilan EMCL, Slamet, menyampaikan, bahwa kampanye PHBS merupakan wujud kepedulian EMCL terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya mendorong perubahan kebiasaan hidup masyarakat ke arah yang lebih bersih dan sehat.
Menurutnya, pembangunan rumah melalui program lantainisasi perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.
”Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan melalui perubahan kondisi fisik rumah, tetapi juga perubahan perilaku keluarga penerima manfaat,” ujarnya.
Manfaat program lantainisasi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya Mbah Suti, warga Desa Brabowan yang menjadi penerima manfaat program. Ia mengungkapkan kebahagiaannya setelah kondisi lantai rumahnya menjadi lebih bersih dan layak.
”Rumah kulo sakniki mpun resik, keramikan, anak-anak lan putu sami glesotan ngarep TV,” tutur Mbah Suti.
Selain edukasi PHBS, kegiatan di kedua kecamatan tersebut juga diisi dengan pelatihan pembuatan pembersih lantai alami. Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti serai, jeruk nipis, dan daun pandan.
Pelatihan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam memanfaatkan bahan-bahan sederhana untuk membuat produk pembersih rumah tangga. Harapannya, masyarakat dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam menjaga kebersihan rumah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, TROPIS Indonesia berharap pembangunan rumah yang lebih layak melalui program lantainisasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Dengan demikian, Program Rumah Sehat dengan Lantainisasi yang didukung EMCL tidak hanya menghadirkan perubahan fisik pada 35 rumah keluarga penerima manfaat di Kecamatan Gayam dan Kalitidu, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran serta kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.(red)





