Pengelolaan Geosite Kedung Lantung Diserahkan Pokdarwis

Kedung lantung
PGA EMCL, Rifqi Romadhon (kanan) saat serah terima infrastruktur Geosite Kedung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama mitra pendamping dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bojonegoro (LPPM Unigoro), kini menyerahkan pengelolaan Geosite Kedung Lantung di Dusun Lantung, Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kepada pemerintah desa dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat.

Pemdes Drenges dan Pokdarwis diharapkan mampu menjaga keberlanjutan fasilitas sekaligus mengembangkan, potensi kawasan sebagai destinasi wisata edukasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Geosite Kedung Lantung mendapat dukungan infrastruktur yang merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) di sekitar wilayah operasi hulu minyak dan gas bumi (migas).

Analis Senior Departemen Formalitas dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Erwin Andriyanto Redy, menjelaskan, program tersebut bertujuan mendorong kemandirian, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi migas.

Baca Juga :   Wabup Noor Nahar Minta Objek Wisata di Rengel Terkoneksi

“Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan harmonis antara industri migas dan masyarakat,” tuturnya.

Kedung lantung
Infrastruktur pendukung untuk Geosite Kedung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(istimewa)

Sementara Public and Government Affairs (PGA) EMCL, Rifqi Romadhon, mengatakan, pengembangan Geosite Kedung Lantung merupakan hasil kolaborasi perusahaan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kalangan akademisi melalui LPPM Unigoro, dan komunitas budaya Bojonegoro History.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur perlu diikuti komitmen pemeliharaan dan pendampingan agar manfaatnya berkelanjutan. Karena itu, EMCL menggandeng LPPM Unigoro sebagai mitra yang dapat melanjutkan pendampingan melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN), penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami serah terimakan infrastruktur dirangkai dengan Lantung Festival dan peluncuran Exotic Kedung Lantung, Jumat (16/10/2026) kemarin,” kata Ketua LPPM Unigoro, Dr Laily Agustina Rahmawati, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (17/10/2026).

Dia menegaskan, komitmen perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan Kedung Lantung melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami mengajak pemdes dan masyarakat untuk bersama-sama merawat infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” sambung Plt. Camat Sugihwaras, Heri Pujianto, seraya mengapresiasi dukungan EMCL dan LPPM Unigoro dalam pengembangan kawasan tersebut.

Baca Juga :   Bupati Tuban Terima Penghargaan dari Kemendagri

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin berharap, keberadaan Geosite Kedung Lantung dapat membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Kedung Lantung, menurut mantan Camat Ngasem ini berada di Zona Kendeng dan menjadi bagian dari Geopark Bojonegoro. Karakteristik geologi kawasan tersebut berkaitan dengan potensi alam dan kehidupan yang berkembang di sekitarnya sehingga perlu dikelola secara tepat.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait