SuaraBanyuurip.com – Laeman Harjo Wasito
Tuban – Sebanyak 40 siswa dari 16 satuan pendidikan (SMA, SMK, dan MA) di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengikuti Sekolah Jurnalistik yang digelar Ronggolawe Press Solidarity (RPS) di Aula MAN 1 Tuban, Rabu (28/10/2026).
Pada pelatihan jurnalistik sehari bergenre produk jurnalistik visual itu, RPS bekerjasama dengan operator lapangan Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Selama sehari peserta dari sekolah sekitar jalur pipa minyak tersebut, dipandu jurnalis yang tergabung dalam organisasi wartawan legal di Bumi Ranggalawe.
Ketua RPS Tuban Khoirul Huda mengatakan, sebagai jurnalis miris dengan kondisi teknologi informasi sekarang, bagaimana orang bermedia sosial menuding pihak lain begitu berani. Mereka lupa ada undang-undang yang mengancam jika ada melanggar.
“Karena itu, siswa maupun masyarakat harus tahu rambu-rambu atau hukum terkait dengan menyebar informasi, khususnya di media sosial,” kata Khoirul Huda dalam pembukaan Sekolah Jurnalistik itu. Tampak hadir dalam pembukaan Kepala MAN 1 Tuban Fatah Yasin, dan Public and Government Affairs/Media Relation EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, atau akrab disapa Malik.
Khoirul Huda menambahkan, generasi penerus harus faham, dan punya pengetahuan tentang UU ITE dan lainnya. Apalagi yang sering bermedia sosial, harus tahu rambu-rambunya. Jangan sampai bermedia sosial dan terjerat masalah hukum karena melanggar UU.
“Saya meliat saat ini konten di media sosial sering sangat keras, harus hati-hati karena ada ancaman hukumannya,’’ tegas Huda seraya menambahkan, pihaknya mengapresiasi support dari EMCL,, dan MAN 1 Tuban yang mengijinkan ditempati perhelatan sarat pengetahuan jurnalisme itu.
Seorang jurnalis atau wartawan, kata Huda, harus tahu bagaimana menjadi jurnalis yang kredibel, benar dan kompeten. Hal itu bagian dari tanggung jawab profesi, yang diantaranya, memberikan edukasi, menjelaskan peran dan fungsi jurnalisme dan bagaimana praktik jurnalistik yang baik dan benar.
Sedangkan Fatah Yasin menyatakan, saat ini kita hidup di dunia digital dengan informasi berputar sangat cepat. Kadang kita hanya menikmati, menjadi konsumen dari informasi itu, bahkan tanpa sadar kita juga jadi produsen informasi.
“Dunia ada di genggaman melalui hape, tapi banyak di antara kita yang menjadikan hape hanya sebagai pegangan,’’ tutur orang nomor Wahid di MAN 1 Tuban itu.
Pemimpin satuan pendidikan tingkat atas di Jalan HOS Cokroaminoto, Tuban itu berpesan, agar jangan sampai hape dijadikan hanya untuk bermedia sosial yang tidak produktif, tapi berupaya lah bagaimana bisa berkontribusi positif pada diri sendiri maupun orang lain.
‘’Melalui kegiatan ini harapannya bisa meningkatkan level, tidak hanya menjadikan hape untuk bermedia sosial, tapi menjadi praktik jurnalistik yang punya kecerdasan dan sesuai aturan,’’ tambah Fatah Yasin.
Oleh sebab itu, mantan Kepala MIN 1 Tuban itu berpesan, gunakan medsos secara bijak sesuai dengan regulasi yang ada, seperti UU ITE dan lainnya. Jadilah jurnalis muda yang cerdas dan bertanggung jawab, karena apa yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan. Menyampaikan informasi yang baik dan bermanfaat itu termasuk sedekah.
“Maka manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin. Semoga mempunyai nilai manfaat dan bisa mencerahkan orang-orang sekitar,’’ pungkasnya. (Lhw)





