Guru Bojonegoro Dilatih Nge-Blog

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro – Sebanyak 30 guru tingkat SLTP dan SLTA di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendapat pelatihan Nge-Blog yang dilaksanakan di Gedung Pusat Belajar Guru (PGB) Jalan Rajawali Sabtu dan Minggu (19-20/2016).

Kegiatan ini dilaksanakan Relawan Teknologi Informatika (RTIK) bekerjsama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Dinas Pendidikan Bojonegoro.

Ketua Panitia Pelaksana Nge-Blog Bagi Guru, Slamet mengatakan, kegiatan bertajuk “Jadi Guru Produktif Dengan Nge-Blog” ini bertujuan memberikan pengetahuan Blogging kepada guru yang belum punya Blog dan mengoptimalkan penggunaannya.

Dalam pelatihan ini, lanjut Slamet, peserta diberikan materi mengoptimalkan konten blog untuk pendidikan, mengisi dan menghiasi blog pribadi serta membagikan konten blog kepada masyarakat pengguna internet.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para guru nantinya dapat menciptakan konten pendidikan e-Learning berbasis Blog yang bisa diakses siswa, masyarakat sekolah dan umum,” ujar Slamet.

Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Hanafi mengapresisasi kegiatan yang diselenggarakan RTIK Bojonegoro bersaama EMCL. Menurut dia, pelatihan ini akan dapat meningkatkan sumber daya guru tentang teknologi informatika dalam mendukung kinerjanya.

Baca Juga :   30 Persen Jalan di Mojodelik Makadam

“Apalagi rendahnya hasil uji kompetensi guru kemarin salah satu faktornya dikarenakan banyak guru yang gagap teknologi. Dari 12.978 guru yang ikut UKG, sebanyak 4.500 atau 30 persen yang nilainya memenuhi standar,” sambung Hanafi, mengungkapkan.

Mantan Kepala Bakesbangpol Linmas Bojonegoro ini berharap para guru memanfaatkan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Sehingga ilmu yang di dapat dapat menunjang kinerjanya dalam meningkatkan sumber daya peserta didik.

“Guru harus mampu dan terus mengembangkan diri, karena kita tak bisa mengelak dari kemajuan zaman,” pesan Hanafi.

Perwakilan EMCL, Dave Setya menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan EMCL bersama RTIK ini merupakan salah satu bentuk program pengembangan masyarakat di bidang pendidikan.

“Kami harapkan melalui pelatihan ini para guru bisa menguasai teknologi informatika dalam mendukung tugasnya,” pungkas Dave.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *