SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –  Wujud komitmen Mobil Cepu Ltd (MCL), operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu dalam bidang kesehatan salah satunya adalah Program Pelatihan Manajemen Pelayanan dan Peningkatan Fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat di desa Ring 1 Lapangan Banyuurip Blok Cepu.
Program ini telah dilaksanakan di Kabupaten Bojonegoro, dan Tuban sejak Agustus 2011 hingga September 2013. Latar belakang program ini kebutuhan peningkatan kualitas kesehatan Ibu, dan anak. Merujuk pada bidang perhatian utama MCL yaitu kesehatan. Dukungan Pemkab Bojonegoro diwujudkan melalui partisipasi aktif dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.Â
Media Relation MCL, Jefrey Haribowo, mengatakan, hal ini sejalan dengan program pemerintah daerah yang menghimbau adanya Kemitraan Bidan, dan Dukun Bayi di Kabupaten Bojonegoro. Ditujukan kepada praktisi kesehatan, bidan, koordinator bidan, dan kepala Puskesmas sebagai ujung tombak penyelenggara kesehatan ibu dan anak. Selain juga mendatangkan manfaat bagi ibu dan anak, serta keluarga secara tidak langsung.
“Dalam pelaksanaannya, MCL bekerjasama dengan lembaga kesehatan internasional, Jhpiego sebagai lembaga yang memiliki spesialisasi bidang kesehatan ibu dan anak,” tukasnya.
Selain itu, MCL juga bekerjasama dan melakukan koordinasi aktif dengan Dinas Kesehatan Pemkab Bojonegoro dan Tuban, dan Ikatan Bidan Indonesia cabang Bojonegoro, dan Tuban dalam rangka memaksimalkan hasil sesuai dengan perencanaan pembangunan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinkes Bojonegoro, Hariono, menyatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan klinis, dan meningkatkan kapasitas bidan desa. Meningkatkan pengelolaan sistem kesehatan di masing-masing fasilitas kesehatan, dan meningkatkan kualitas kesehatan Ibu dan anak.
Dia menambahkan, kegiatan yang dilakukan dalam program ini meliputi Lokakarya pelatihan kader kesehatan, pelatihan tim Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED) Puskesmas Kalitidu, Ngasem, Soko, dan Plumpang di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Adanya magang tim PONED Puskesmas Ngasem, dan Kalitidu di RSUD Sososdoro Djatikusumo, Bojonegoro, dan pelaksanaan kelas ibu di Tuban, dan Bojonegoro.
“Selain itu pengembangan peralatan kebidanan di Puskesmas PONED Kalitidu, Ngasem, monitoring, dan evaluasi kemampuan, dan pengetahuan bidan desa,” imbuhnya. (rien)