SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Jalan poros Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kembali mendapat keluhan. Terutama mulai  jalan menuju arah Desa Katur hingga Dusun Gledekan‎ Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam dengan panjang kurang lebih 7 kilometer.‎
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Gayam, Winto mengakui, jika kondisi jalan poros di Gayam memang tak layak. Ironisnya Kecamatan Gayam merupakan daerah penghasil migas yang tentunya turut memberi kontribusi kepada pemerintah kabupaten.
Menurutnya, meski ada yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dengan pengecoran. Namun pembangunan infrastruktur jalan poros masih‎ kalah bagus dibanding Kecamatan lain di Bojonegoro yang bukan penghasil migas.
“Mungkin bisa dibandingkan dengan kecamatan lain,” ujarnya, Sabtu (4/6/2016).
Tanggungjawab kerusakan jalan tersebut berdasarkan sepengetahuannya sudah diserahkan ke PT. Pembangunan Perumahan (PP), pemenang tender proyek Early Civil Work (ECW) untuk pengembangan proyek Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang saat ini sedang mengerjakan proyek ke arah Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.
“Dulunya PP menyanggupi untuk perbaikan jalan tapi sampai sekarang belum diperbaiki,” ucapnya.
Budi, salah satu pengguna jalan, mengaku heran melihat kondisi jalan yang terlihat rusak. Banyak badan jalan berlubang dan hanya sebagian ditutup dengan tanah urug.
Dia tidak menyangka daerah penghasil migas memiliki jalan yang kondisinya tidak begitu layak dan membayakan bagi pengguna jalan.
“Dengan kondisi jalan hancur seperti ini perlu waktu yang lebih lama dari Desa Sumengko kearah kantor Kecamatan Gayam. Tidak bisa membayangkan kalau misalnya ada orang yang sakit dalam keadaan darurat,” keluhnya. (Roz)