SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Gaung Peringatan Hari Guru yang jatuh pada 25 Nopember 2014 masih terasa. Di Tuban, Jawa Timur, 613 siswa Sekolah Dasar (SD) Bina Anak Soleh (BAS) menggelar pawai menyusuri jalan di wilayah perkotaan, Jum’at (28/11/2014).
Kegiatan ini cukup memikat pengguna jalan karena anak-anak berdandan dengan menggunakan pakaian adat dari beberapa suku di nusantara. Mulai dari Jawa, Aceh, Sumatera, Papua, Kalimantan, dan lainnya.
Pawai diawali dari sekolah mereka yang berada di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, setelah menyusuri jalan ini mereka kemudian berbelok ke Jalan Pramuka, Jalan Sunan Kalijogo, dan kembali lagi ke sekolah mereka.
Selama perjalanan, beberapa siswa tampak menyanyikan beberapa lagu daerah dari nusantara. Polah tingkah si kecil selama melakukan pawai taaruf juga menjadi perhatian tersendiri bagi pengguna jalan.
“Lumayan lucu juga melihat anak-anak ini,†kata Lukman (25), salah satu pengguna jalan di Dr Wahidin Sudiro Husodo, Tuban.
Pawai yang dilakukan anak-anak ini cukup mengagetkan masyarakat. Lantaran kegiatan semacam ini lazim dilakukan pada bulan kemerdekaan atau bulan-bulan besar agama islam.
“Biasanya kan ada pawai kalau bulan Agustus saja,†lanjut Lukman.
Bagian Kesiswaan dan Humas SD BAS Tuban, Umi, ketika dikonfirmasi mengatakan kalau acara yang diadakan hari ini adalah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Hari Guru, dan Cipta Puspa dan Satwa Nasional.
“Kegiatan ini dilakukan oleh siswa dan guru, jumlahnya sekitar 700 orang,†kata Umi.
Umi mengatakan, kalau agenda ini juga dalam rangka memberikan pendidikan bagi siswa dan guru untuk mencintai budaya Indonesia. Termasuk juga melakukan perbuatan sehari-hari sebagai cermin dari cinta lingkungan.
“Kita tidak perbolehkan siswa dan guru buang sampah sembarangan, selain itu pawai ini juga dalam rangka menyambut ikutnya sekolah ini menjadi peserta lomba adiwiyata tingkat provinsi,†tandasnya.(edp)