SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Batalnya kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk meresmikan fasilitas produksi Banyuurip di Kecamatan Gayam, Rabu (8/10/2014) lalu, sudah diprediksi paranormal di sekitar Blok Cepu. Karena sesuai mitos, Bojonegoro merupakan salah satu daerah yang menjadi pantangan untuk didatangi presiden. Â
“Ada yang bilang seperti itu mitosnya,” kata salah satu paranormal asli Gayam, Supar kepada suarabanyuurip.com.
Dia menceritakan, mendengar mitos tersebut sejak dirinya masih kecil. Namun mitos tersebut kurang banyak diperbincangkan karena tidak semua masyarakat percaya dan mengetahui tentang mitos tersebut.
Dari sudut pandang cerita pewayangan, menurut dia, Kabupaten Bojonegoro merupakan titisan Batara Hyang Wisnu, salah satu tokoh pewayangan yang banyak dipercaya orang jawa pada umumnya. Karakter Hyang Wisnu, kata dia, adalah sosok ksatria dan raja sakti yang mengedepankan keadilan dan mementing kesejahteraan rakyat.
“Ceritanya kalau untuk urusan politik dia tidak suka sewenang-wenang. Hyang Wisnu memikirkan rakyat,” ucapnya sembari mengingat masa kecilnya dulu.
Terlepas benar tidaknya, dia menilai, sudah bukan rahasia lagi jika sebuah pantangan dan kepercayaan terhadap hal yang sifatnya diluar logika masih menjadi bagian masyarakat Indonesia.
“Khususnya orang jawa. Orang dulu sakti-sakti karena tirakatnya kuat,” tuturnya lagi.
Senada juga disampaikan, Mbah Min, (60), paranormal asal Kecamatan Dander. Ia mengungkapkan, Bojonegoro merupakan salah satu daerah yang menjadi pantangan presiden untuk didatangi. Hanya satu Presiden RI yang berani menginjakkan kakinya di Bumi Angling Dharma-sebutan lain Bojonegoro, yakni Soekarno.
“Apapun penyebabnya, akhirnya Pak Soekarno juga lengser,” kata dia.
“Saya yakin setiap pemimpin memiliki penasihat spiritual dan mereka sudah mengetahui hal itu,” lanjut Mbah Min meyakinkan.
Menurut dia, mitos ini bukan hanya berlaku bagi presiden, melainkan juga wakil presiden (Wapres). Konon, kata dia, jika ada presiden atau wapres yang singgah ke Bojonegoro akan tertimpa musibah.
“Musibah itu bisa macam-macam. Bisa lengser dari jabatannya dan kesandung masalah,” ujar Mbah Min.
Di wilayah Bojonegoro berkembang mitos siapa yang berani terlebih dahulu menyebrangi Sungai Bengawan Solo dalam sebuah peperangan maka akan kalah. Sejarah pun membuktikan saat Aryo Penangsang alias Aryo Jipang, penguasa Kadipaten Jipang, tewas dalam peperangan hebat di Bengawan Solo.
Menurut buku Babad Tanah Jawi yang disusun W.L. Olthof di Leiden, Belanda pada 1941, Arya Penangsang sangat sulit untuk dibunuh. Namun pada akhirnya dia tewas secara mengenaskan setelah menyerang lebih dahulu dengan menyebrang Sungai Bengawan Solo ditangan prajurit Sultan Pajang, Sultan Hadiwijaya alias Maskarebet atau Jaka Tingkir.
Karena mitos itulah dimungkinkan, Ketua Umum Partai Demokrat itu membatalkan kunjungannya dan mengutus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung (CT). Karena sebelumnya sejumlah agenda kedatangan SBY ke Bojonegoro telah disusun, namun berubah beberapa kali dan akhirnya batal.
“Karena berbagai hal dan kondisi Indonesia akhir-akhir ini bapak SBY membatalkan kunjungan ke sini, walaupun agendanya sudah beberapa kali disusun. Dan saya yakin sudara sudah tahu apa masalah itu tanpa saya katakan,” kata Chairul Tanjung saat meresmikan fasilitas produksi Banyuurip.(roz)