Sabtu, 18 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Diduga Asal-asalan, Jembatan Menuju TBR-C Ambrol

Editor: nugroho
Minggu, 11 Desember 2011
sam
Gorong-gorong jembatan yang dibangun Pertamina EP terseret arus dan merusak failitas warga setempat.

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu telah mengakibatkan jembatan menuju lokasi Sumur minyak dan gas (Migas) Tiung Biru (TBR)-C, Blok Gundih, ambrol. Kegiatan pemboran yang dilakukan Pertamina EP pun menjadi terhambat.

Dari pantauan, jembatan ambrol sepanjang kurang lebih 7 meter dan lebar 7 meter itu berada di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo. Ambrolnya jembatan itu akibat diterjang arus air sungai Kedung Laban. Sehingga membuat gorong-gorong berdiameter 5 x 8 meter juga hanyut terbawa arus air kebawah sepanjang kurang lebih 150 meter.

Diduga kaut, ambrolnya jembatan itu selain diterjang air juga dikarenakan pembangunannya terkesan asal-asalan. Itu terbukti jembatan tak mampu bertahan ketika arus air menerjangnya.

Kasmari, warga Desa kalisumber mengatakan, hanyutnya gorong-gorong itu membuat kondisi tanah sekitar sungai terkikis. Dikhawatirkan jika nanti kondisi air sungai besar akan meluap ke rumah warga sekitar sungai. Karena, popsisi gorong-gorong berdiri tegak tepat ditengah sungai.

“Saya menuntut pertanggungjawaban Pertamina atas kejadian itu. Dengan meminta ganti untung sekitar 10 jutanan. Sebab, tanah yang saya miliki menjadi longsor dan tidak menutup kemungkinan ketika banjir datang akan merendam rumah saya,”kata Kasmari.

Dia mengaku, sebelumnya warga sudah mengingatkan kepada kontraktor PT. Pertamina agar kontruksi pembangunan jembatan dibuat lebih kuat. Namun peringatan tersebut tidak digubris dan justru menggangap remeh derasnya arus sungai Kedung Laban tersebut dengan memasang gorong-gorong yang hanya diletakan begitu saja tanpa ditanam.

“Minimalnya, ditanam satu meter agar ketika diterjang air tidak terhanyut. Pembangunnya angger to (asal-asalan) saja. Ya beginilah Mas jadinya warga yang menanggung dampaknya,” ungkap Kasmari.

Pangat, Warga lainnya menambahkan, ambrolnya jembatan ini sudah dilaporkan ke pihak pemerintahan desa (Pemdes) Kalisumber untuk dicarikan solusi terbaik.

“Saya juga terkena dampaknya semalam listrik padam dan pipa Sanyo saya juga terputus akibat diterjang gorong-gorong tersebut. Dan, kalau Pertamina tidak mau memberikan ganti untung, maka warga akan memblokir jalan menuju lokasi TBR-C sampai (tuntutan) dikabulkan,”ancam Pangat yang juga terkena dampak tersebut.

M. Yantoro Kepala Desa (Kades) Kalisumber membenarkan adanya laporan warganya tersebut. Dia berjanji akan secepatnya melaporkan persolaan tersebut ke Pertamina.

“Agar ada solusi terbaik. Sehingga pelaksanaan proyek disini dapat kembali lancar,” sambung Yantoro.

Yudhi Madjid, Ekternal Relations PT Bama Bumi Sentosa (BBS), Operator Sumur Migas TBR ketika dikonfirmasi melalui pesan pendeknya mengakui, hanyutnya box culfert (gorong-gorong) akibat terjangan air sungai itu. Dia juga menegaskan, jika pembangunan jembatan tersebut sudah sesuai teknis dan sebelum pembangunan juga sudah dilakukan pengcekan.

“Kemarin, team teknisnya merekomendasikan dirubah desainnya. Jika memungkinkan box culfert ya diambil lagi,” timpal Yudhi Madjid.

Ketika disinggung terkait dengan tuntutan warga terdampak itu, pria berkumis tebal itu menegaskan, menunggu perkembangan selanjutnya.

“Makanya akan kita desain ulang,”elak Yudhi Madjid.

Dibaca : 1749x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Senin, 12 Desember 2011 23:52
Apa dalam pengerjaan proyek ini tidak ada perencanaan sebelumnya, sehingga ketika terjadi kerusakan akibat bencana designnya langsung dirubah begitu saja.
KangZen Samin
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan