SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Keterlibatan LSM lokal Bojonegoro dalam kegiatan pengembangan masyarakat di Blok Cepu masih minim. Dari ratusan LSM yang terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindugan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Bojonegoro kurang dari 10 LSM yang pernah dan aktif terlibat di kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Selama ini LSM lokal (Bojonegoro) yang terlibat masih sangat minim sekali. Rata-rata pendampingan program dilakukan LSM dari luar Bojonegoro,†kata Camat Kalitidu Nurul Azizah ketika membuka pelatihan Motivasi dan Metode Pembelajaran PAKEM yang dilaksanakan MCL bekerjasama dengan IDDoS di Hotel Layung, Rabu (22/6).
Dia mengungkapkan, minimnya keterlibatan LSM Bojonegoro dalam kegiatan pendampingan program pengembangan masyarakat di Blok Cepu ini telah mendapat perhatian serius dari Bupati Bojonegoro, Suyoto. Sebab selama ini baik operator maupun LSM luar daerah yang digandeng jarang sekali melibatkan LSM Bojonegoro.
“Bahkan pak Bupati juga sudah mengirimkan surat pada MCL agar LSM lokal juga diberdayakan. Caranya, operator lebih memberikan kesempatan bagi LSM Bojonegoro atau LSM luar daerah melibatkan (menggandeng) LSM disini dalam melaksanakan program,†terang mantan Camat Purwosari ini.
Menurut Nurul, dengan melibatkan LSM Bojonegoro secara maksimal akan sangat membantu pelaksanaan kegiatan program pengembangan masyarakat di Blok Cepu. Sebab LSM Bojonegoro lebih mengetahui kebutuhan riil masyarakat.
“LSM lokal juga perlu di berdayakan. Dan ini merupakan tanggungjawab operator juga,†tegasnya.
Sesuai data yang ada, sekarang ini LSM Bojonegoro yang pernah dan masih aktif terlibat dalam kegiatan pengembangan masyarakat di Blok Cepu adalah Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B), IDFoS, Society Education Sentre (SEC), Gemati, Bappeka, Garis Tepi, dan LP2M. Padahal di Bojonegoro sendiri terdapar ratusan LSM.