Akibat Lampu GOSP, Petani Siasati Tanaman Tembakau

SuaraBanyuurip.comWinarto

Sejumlah petani sekitar Gas Oil Separation Plant (GOSP) Banyuurip memilih untuk menanmi lahannya dengan tanaman tembakau. Hal ini dikarenakan musim tanam tahun lalu lahan mereka yang ditanami palawija tidak dapat memperoleh hasil maksimal. Tanaman palawija itu hanya subur tapi tak berbuah karena diduga kelebihan sinar lampu dari GOSP yang tak berhenti menyala. 

“Siapa tahu dengan saya tanami palawija bisa berhasil mas. Sebab kalau jagung, kedelai, dan kacang hijau daun dan batangnya saja yang besar,” kata pak Min petani Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Minggu (3/7).

Meski demikian, ,musim kemarau tahun ini, masih banyak petani disekitar GOSP  yang menanami lahannya dengan tanaman palawija seperti jagung, kedelai, dan kacang hijau. Tanaman berumur sekitar dua minggu itu menghampar di lahan pertanian sebelah barat GOSP.  

“Tapi saya ingin mencarai terobosan baru. Dengan pengalaman tahun lalu mudah-mudahan tanaman tembakau ini bisa berhasil,” papar Pak Min.

Dia menceritakan, untuk tahun lalu tanam jagung, kacang hijau dan kedelai yang berdekatan dengan pagar GOSP tidak berbuah maksimal. Untuk tanam jagung hanya tumbuh subur, tapi jarang berbuah. Begitu juga dengan tanaman kedelai dan kacang hijau. 

Baca Juga :   DPD Partai Nasdem Bojonegoro Gelar Orientasi untuk 50 Bacaleg

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *