Cuaca Buruk, Pembangunan Jembatan ATE Baru 40%

ngunut

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Pembangunan jembatan dan jalan menuju lokasi Sumur Alas Tua Timur (ATE) di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, diperkirakan molor dari target karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan PT. Bojonegoro Putra (Botera), kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu, itu baru mencapai 40 persen. Padahal, pengerjaan jembatan tersebut dimulai sejak awal bulan November lalu.

Firman, Sefety PT. Botera ditemui SuaraBanyuurip.com dilokasi pembangunan jembatan mengatakan, pembangunan jalan dan jembatan Desa Ngunut masih belum bisa diselesaikan secara maksimal. Karena terkendala hujan yang terjadi hampir setiap hari. Sehingga berakibat pada telatnya pengiriman material atau kebutuhan logistik lainnya.

“Baru sekitar 40 persen. Karena cucua buruk,” kata Firman.

Dijelaskan, dalam proyek ini pihaknya membangunan jalan sepanjang kurang lebih 300 dengan lebar 4 meter. Sedangkan jembatannya sepanjang kurang lebih 100 dan lebar 6 meter.

”Pembangunan ini tidak ada tanah warga yang dibebaskan. Karena, jalur itu merupakan jalur asli dari jalan PU,” ungkap Firman.

Baca Juga :   Tingkatkan Kapasitas Satgas Bersama Basarnas

Meski demikian, dalam pembangunan jalan dan jembatan ini ada pemberian ganti pembangunan gedung Taman Kanank-kanak (TK) yang terkena pembangunan jalan dan ganti untung tanam tumbuh disekitar jalan yang dibangun.

Rosit, warga Desa Ngunut mengatakan, sangat mendukung dengan dibangunnya jalan dan jembatan desa Ngunut tersebut. Karena, jalur itu merupakan jalur asli milik PU.

“Saya senang sekali jalan dan jembatan itu dibangun lagi. Sebab, selain mengurangi rawan kecelakaan juga memperlancar arus Lalu-lintas,” tambah Rosit yang rumahnya dekat dengan lokasi ATE tersebut.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *