SuaraBanyuurip.com –Winarto
Perwakilan konsursium PT. Rekayasa Industri (Rekin) – PT. Hutama Karya, kontraktor pemenang tender proyek engineering, procurement and construction (EPC) 5 Banyuurip, secara diam-diam telah sowan ke kepala desa sekitar pemboran Blok Cepu beberapa hari lalu. Mereka melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala desa sekitar Banyuurip di rumah Pujiono, Kepala Desa Gayam, Kecamatan Ngasem.
“Iya benar, Mas. Rabu (4/1) lalu Tim Sosio economi EPC 5 bertemu dengan kades terkait (sekitar Banyuurip). Tim ini dipimpin pak Herman Susatyo (bukan Setya),†kata Rexy Mawardijaya, Field Public and Government Affairs Manager MCL melalui pesen pendeknya.
Dijelaskan, pertemuan tersebut untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa yang akan menjadi lokasi proyek EPC 5 sebelum kegiatan pengambilan sampel tanah dilakukan. Rencanannya pelaksanaan pengambilan sampel tanah itu mulai dilakukan  minggu depan.
â€Sebelumnya mereka juga telah berkoordinasi dengan pejabat pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan camat Ngasem dan Kalitidu,†ungkap mantan jurnalis salah satu media nasional ini.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Perijinan Kabupaten Bojonegoro, Bambang Waluyo menyatakan, bila kegiatan pengambilan sampel tanah untuk proyek EPC 5 itu sudah dapat dilakukan. Sebab ijin gangguan (HO) dan ijin mendirikan bangunan (IMB) telah diajukan oleh BP. Migas dan sekarang masih dalam proses.
Informasi yang diperoleh dilapangan, kepala desa seputaran Banyuurip yang mengikuti pertemuan tersebut diantaranya adalah Kepala Mojodelik Sandoyo, Kepala Desa Bonorejo Siti Rokayah. Kemudian di Kecamatan Kalitidu Kepala Desa Ngraho Prastowo dan Kepala Desa Sudu, Abdul Manan. Selain itu, dalam koordinasi tersebut perwakilan PT. Rekin – PT.Hutama Karya didampingi sejumlah pejabat Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu.
Seperti diketahui, dalam kontraknya, kontraktor MCL untuk EPC 5 ini akan melakukan beberapa pekerjaan. Yakni pembangunan jalan raya permanen, jalan layang lintas rel kereta api di Desa Ngraho, kompleks perumahan, gedung administrasi dan penyimpanan untuk kegiatan operasi.
Selain itu, fasilitas pengambilan dan penyaluran air Sungai Bengawan Solo melalui jalur pipa, serta waduk penampungan. Lokasi pekerjaan ini sebagian besar berada di Desa Mojodelik.