SuaraBanyuurip.com –Ali Mahmudy
Keberadaan flagman (manusia bendera) disepanjang jalan menuju Lapangan Alas Tua Timur (ATE) yakni mulai Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro hingga Desa Ngunut, Kecamatan Dander, yang disiagakan untuk membantu kelancaran lalu lintas saat rig moving (pengangkutan rig) berlangsung mendapat apresiasi postif dari warga. Sebab para pekerja berseragam orange (flagman) itu juga membantu masyarakat, khususnya pengguna jalan ketika ingin menyebrang jalan.
Diperempatan Pasar Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, misalnya, warga yang saban hari melintas jalan tersebut merasa nyaman dengan keberadaan petugas flagman di wilayah itu. Karena manusia bendara ditempat ini mampu mengatur kendaraan dari selatan dan utara maupun barat dan timur sehingga warga dengan mudah menyebrang jalan.
â€Mereka (flagman) sangat membantu warga, khususnya para pengguna jalan ini. Apalagi kalau pagi hari arus kendaraan disini padat sekali,†kata Rusmin, pedagang rengkek (mlijo) asal Desa Somodikaran, Kecamatan Dander, yang saban hari melintas jalan itu.
Dia mengaku, tidak mengetahui petugas flagman yang berjaga itu disiagakan oleh siapa. Namun, bagi Rusmin, kehadiran flagman di perempatan Pasar Desa Ngmpakdalem ini dirasa sangat membantu warga.
“Kalau setiap hari, khususnya pagi ada mereka, saya yakin warga yang melintas jalan ini akan senang. Terlebih lagi perempatan ini sangat rawan sekali terjadi kecelakaan lalu lintas. Sehingga perlu ada petugas yang mengatur lalu lintas,†ungkapnya.
Senada juga disampaikan, Yani, salah satu pelajar SMP yang melintas jalan tersebut. Dia mengaku, sejak ada petugas flagman itu dirinya sering disebrangkan ketika berangkat sekolah.
â€Ya senang mas, saya lebih nyaman menyebrang dan tidak khawatir karena ada petugas (flagman) yang mengatur kendaraan,†sambungnya.
Koordinator Flagman Desa Ngumpakdalem, Mustkim mengaku, selain membantu kelancaran lalu lintas selama mobilisasi rig, dirinya juga membantu masyarakat yang menyebrang jalan.
â€Ini sesui dengan tugas dan arahan yang diberikan perusahaan kepada kita,†ungkapnya.
Seperti diketahui, 76 flagman yang disiagakan disepanjang jalan menuju sumur eksplorasi ATE itu dibawah naungan PT. Bojonegoro Putera (Botera), salah satu kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Migas Blok Cepu.