SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Hujan deras yang acap kali mengguyur wilayah sekitar sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu menyebabkan akses jalan mulai Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu menuju Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur rusak berat.
Hal itu terbukti dengan kondisi badan jalan rusak, aspal jalan banyak yang sudah terkelupas hingga membuat kubangan jalan merata. Kondisi ini tampak di jalur Jalan PU dengan panjang sekitar empat kilometer, tepatnya masuk di wilayah Desa Katur, Kecamatan Gayam.
Informasi yang diperoleh SuaraBanyuurip.Com menyebut, rusaknya jalan utama menuju lokasi pemboran sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu itu sejak tiga bulan terakhir. Indikasinya, selain disebabkan oleh kondisi tanah yang labil, dan guyuran air hujan, juga meningkatnya aktifitas mobil pengangkut logistik yang melewati jalan Sumengko-Gayam menuju lokasi pemboran.
Nardi, salah satu pengguna jalan mengaku, kerusakan jalan Sumengko-Gayam sudah dirasakan warga sejak awal bulan Oktober 2012 lalu. Kemudian diperparah curah hujan yang tinggi mengguyur Banyuurip sejak pertengahan bulan Desember 2012 ini.
Hal tersebut menyebabkan banyak lubang di sepanjang jalan tertutup air. Sehingga, rawan kecelakaan bagi pengguna jalan yang sedang melintas di jalur tersebut.Â
“Sudah banyak aspal terkelupas dan badan jalan yang rusak. Kalau tidak hujan, pecahnya jalan itu terlihat jelas. Namun, jika saat hujan turun banyak air yang tersisa di jalan yang sudah berlubang. Apalagi, ditambah dengan minimnya penerangan jalan. Sehingga, membuat rawan kecelakaan bagi pengguna jalan,” kata Nardi kepada SuaraBanyuurip.Com, Kamis (27/12/2012).
Pria yang mendekati lanjut usia yang mengaku warga Desa Brabowan, Kecamatan Gayam itu menjelaskan, kerusakan jalan itu selain karena tanahnya labil, diduga juga karena meningkatnya aktifitas proyek Banyuurip, Blok Cepu. Misalnya, mobil dump truk pengangkut pedel dan mobil pengangkut alat berat yang sering melintas dijalur lalu-lintas Sumengko-Gayam tersebut.
“Mobil pengangkut alat berat melintasnya tidak mesti, Mas. Kadang pagi, kadang sore dan malam. Tapi, kalau mobil dum truk dan mobil pengangkut tenaga kerja itu sering banget melintasnya,” ungkap Nardi.
Diharapkan, rusaknya jalan yang menjadi akses utama masuk lokasi Banyuurip, Blok Cepu itu segera diperbaiki. Tak hanya itu, segera juga diberi penerangan jalan di sepanjang jalur itu. Agar, pengguna jalan bisa nyaman dan minimal bisa mengurangi terjadinya kecelakaan.
“Saya tidak menyalahkan siapapun. Yang terpenting dari pihak terkait segera memperbaiki jalan tersebut. Sehingga, arus lalu-lintas menjadi lancar lagi,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bojonegoro, Andik Tjandra, upaya dikonfirmasi melalui telepon selularnya tidak ada jawaban. (sam)