SuaraBanyuurip.com –Ririn
Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP. Migas) memaparkan project Banyuurip, Blok Cepu, mulai proyek engineering, procurement and cosntructions (EPC) 1 hingga 5 Banyuurip kepada DPRD Bojonegoro dalam rapat koordinasi, Selasa (24/1). Ditargetkan, puncak produksi minyak Banyuurip sebesar 165 ribu barel per hari (bph) terealisasi pada 4 Agustus 2014.
Wakil Manajer Proyek Exxon Mobil Oil Indonesia (EMOI), Ferry Widyananda
memaparkan, bahwa ada tiga ruang lingkup pekerjaan EPC Banyuurip yang akan dilaksanakan di Bojonegoro. Yakni rekayasa rancang bangunan, pengadaan, manajemen proyek, pelaksanaan pekerjaan kontruksi, pekerjaan pra-komisioning dan komisioning fasilitas pengolahan untuk memproduksi minyak sebesar 165.000 barel per hari beserta fasilitas pendukungnya yang masuk dalam paket EPC 1.
Sedangkan untuk EPC 2, lanjut dia, yaitu pemasangan pipa sepanjang 72 km dengan diameter 20 inci, dengan segmentasi 31 kilo meter (KM) di Kabupaten Bojonegoro dan sisanya 41 Km di kabupaten Tuban. Sedangkan EPC 5 adalah pembuatan danau atau kolam buatan yang mampu menampung air kurang lebih 2,7 juta liter kubik atau setara dengan 3 miliar liter air. Selain itu juga pekerjaan sipil yang diantaranya meliputi pembangunan akomodasi kantor MCL, pembuatan jalan serta jembatan.
â€Sesuai kontraknya pekerjaan EPC 1 sampai 5 ini adalah 36 bulan atau tiga tahun. Kita targetkan 4 Agustus 2013 pekerjaan rampung dan dilakukan uji coba sambil terus meningkatkan produksi hingga mencapai 165 BPH di tahun 2014,†jelasnya. Â
Menurut dia, produksi puncak minyak Banyuurip sebesar 165 ribu barel/hari tersebut diperkirakan hanya berjalan selama empat tahun. Setelah itu secara bertahap produksinya akan menurun.
â€Setiap pekerjaan EPC akan menyerapkan jumlah tenaga kerja cukup banyak dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar pemboran,†ujarnya.
Sekarang ini, lanjut dia, masing-masing kontraktor EPC terus berkoordinasi dengan Pemkab Bojonegoro dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melaksanakan persiapan dan menyelesaikan segala perijinan proyek tersebut.
â€Kita terus berkoordinasi secara intens dengan Pemkab Bojonegoro untuk segera menyelesaikan semua persyaratan dalam perijinan proyek ini,†pungkasnya.  Â
Sementara itu, Deddy Afidick, Â Direktur Utama PT. Bangkit Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah Bojonegoro (BUMD) yang ditugasi memfasilitasi dan menginventarisir peluang kerja dan usaha mengungkapkan, bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemenang tender EPC 1, 2 dan 5 Banyuurip.
â€Sudah ada beberapa paket pekerjaan yang siap diserahkan kepada kita dan sekarang sedang bernegoisasi untuk nilai pekerjaan,†sambung Deddy.