Jalan Blok Cepu Diblokir, MCL Gunakan Jalan Alternatif

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Pemblokiran jalan menuju sumur migas Banyuurip – Jambaran yang dilakukan pemuda Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Sapu Lidi sejak Jum’at (8/3) lalu, membuat aktifitas Operator Blok Cepu Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu dan rekanannya cukup terhambat. Pasalnya, mereka harus mencari jalan alternative lain lantaran jalan utama menuju sumur migas tersebut diblokir pemuda.

Dari pantauan dilapangan, untuk tetap dapat melakukan aktifitasnya MCL maupun rekanannya mengambil jalan alternative Desa Beged, Kecamatan Kalitidu yang menghubungkan Desa Brabowan – Bonorejo – Gayam – Mojodelik, Kecamatan Ngasem. Rute yang diambil ini semakin jauh dibanding jalan utama. Lain itu medan jalan juga tak semulus jalan utama.

Gumono, Kepala Desa (Kades) Beged, menyatakan, tidak mempermasalahakan mobil-mobil milik MCL melewati jalan Desa Beged. Asalkan bukan mobil yang bermuatan berat atau melebihi tonase. Karena hal itu dapat mengkibatkan kondisi jalan cepat rusak.

“Silahkan saja (dilewatkan Desa Beged). Tapi juga harus ada aturannya yang baik. Karena, ini jalan desa bukan jalan milik PU. Jadi, jika ada kerusakan harus jelas siapa yang menanggungnya,” jelas Gumono.

Baca Juga :   PPSDM Migas Sokong Pengembangan SDM di Daerah 3T

Pada bagian lain, Ketua FKM Sapu Lidi, Suhadak menyatakan, pemblokiran jalan ini dilakukan karena PT. Tripatra Engineers & Constructors, pemenang tender proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, tidak mau mengakomodir kepentingan pengusaha lokal dalam ikut berpartisipasi dalam proyek konstruksi.  

“Prakualifikasi dengan syarat memberatkan itu sudah menjadi bukti jika Tripatra tidak beritikad baik untuk memberdayakan masyarakat lokal,” tegas Suhadak.

Dia menegaskan, pemblokiran jalan ini akan terus dilakukan FKM Sapu Lidi sampai Tripatra memenuhi tuntutannya. Yakni memberikan kebijakan khusus kepada konten local Bojonegoro untuk bisa berpartisipasi dalam proyek Blok Cepu.

“Ini akan terus kita lakukan sampai tuntutan kita dipenuhi. Kalau Tripatra tetap bersikukuh, kita akan menerjunkan massa lebih besar lagi,” ancam Suhadak.

Menanggapi aksi FKM Sapu Lidi, Kapolsek Gayam, AKP Sudirman mengatakan, akan tetap memantau keamanan yang ada disekitar wilayah Blok Cepu agar aktifitas tetap berjalan aman dan terkendali. Polsek Gayam juga menempatkan anggotanya disejumlah titik mulai sekitar perlintasan kereta api dan desa sekitar Sumengko yang menjadi jalan alternatif.

Baca Juga :   Kontraktor Migas Dinilai Tertutup

“Kita terus memantaunya. Dan, saya minta masyarakat dapat mengendalikan diri dan tidak anarkis,” pesannya.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *