SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia Nafitasari
PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor pemenang tender engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu menegaskan, tidak dapat melibatkan semua kontraktor lokal di Bojonegoro secara langsung sebagai subkontraktornya. Namun perusahaan nasional asal Jakarta ini memastikan dalam setiap peket pekerjaan di EPC 1 Banyuurip yang dilaksanakan akan melibatkan kontraktor lokal Bojonegoro.
“Kami tegaskan tidak mungkin akan memberikan pekerjaan langsung kepada 300 kontraktor lokal disini (sebagai subkon Tripatra). Karena itu akan berpengaruh terhadap pengawasan dan kualitas pekerjaan yang dilaksanakan. Sebab semua resiko pekerjaan ini kita (Tripatra) yang menanggungnya,†jelas Teguh Haryono menjawab pertanyaan kontraktor lokal Bojonegoro yang ingin dilibatkan secara langsung sebagai Subkontraktor Tripatra.
Menurut Teguh, sejak awal Tripatra telah berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat dan pengusaha lokal seperti yang diamanatkan dalam Perda 23/2011 maupun Perbup 48/2011 tentang konten lokal. Yakni dengan memecah paket pekerjaan EPC 1 yang sebelumnya hanya 21 paket menjadi 43 peket pekerjaan. Lain itu, juga menggunakan tiga type prakulifikasi yang dibuka yaitu type I khusus kontraktor lokal Bojonegoro, Type 2 untuk kontraktor lokal Bojonegoro dan nasional tapi harus menggandeng pengusaha lokal, dan type 1* untuk kontraktor luar tapi harus menggandeng pengusaha lokal.
“Jadi kita pastikan setiap peket pekerjaan di EPC 1 ada kontraktor lokal yang terlibat langsung sebagai subkon kita,†tandas pria asli Bojonegoro ini.
Bukan hanya itu, lanjut Teguh, untuk dapat memberdayakan pengusaha kecil, pihaknya juga telah mencantumkan salah satu item dalam kontrak kepada pemenang tender disetiap paket EPC 1 untuk membina kontraktor kecil.
“Ini (membina pengusaha kecil) tertuang dalam kontrak dan wajib hukumnya dilaksanakan oleh semua kontraktor yang memenangkan tender setiap paket pekerjaan EPC 1,†tegas Teguh.
Selain itu, kata dia, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan memberikan pelatihan manajemen project dan pemberian sertifikasi kepada kontraktor lokal Bojonegoro baik yang lolos prakualifikasi maupun gagal. Tujuannya, agar kontraktor lokal Bojonegoro dapat menyusun administrasi, proposal penawaran hingga pengelolaan manajemen yang baik.
“Harapan kita ke depan nantinya setelah proyek ini selesai kontraktor lokal dapat berdaya dan bekerja professional. Sehingga nantinya kita juga bisa mengajak kontraktor disini sebagai mitra untuk melaksanakan pekerjaan didaerah lainnya,†papar Teguh.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Suyoto menghimbau, agar nantinya kontraktor lokal Bojonegoro yang memenang tender setiap paket pekerjaan EPC Banyuurip untuk melibatkan kontraktor lokal lainnya. Dengan begitu, pengusaha kecil yang tidak mampu mengikuti prakualifikasi dapat menjadi subkontraktor pemenang tender paket EPC.
“Jangan sampai orang lokal mengingkari semangat konten lokal,†pesan Suyoto.
Bahkan, Bupati juga siap memfasilitasi kontraktor lokal dengan pihak perbankan untuk memberikan pinjaman permodalan dalam pelaksanaan proyek konstruksi Banyuurip.
“Kita akan pertemuakan pengusaha lokal dengan perbankan yang ada disini. Kalau sampai kepala cabangnya tidak mau memberikan modal, saya akan minta direkturnya langsung. Kebetulan saya kenal banyak direktur bank,†janji Kang Yoto meyakinkan.