SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia Nafitasari
Kontraktor lokal Bojonegoro menyarankan agar PT. Tripatra Engineers & Constructors, pemenang tender proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip tak perlu menenderkan lagi paket pekerjaannya. Alasannya, PT. Tripatra sudah ditetapkan sebagai pemenang kontraktor pemeneng tender EPC 1.
â€Tender EPC sudah selesai, jadi Tripatra tak perlu membuka prakualifikasi lagi,†kata Lukman Hakim, salah satu pengusaha saat dialog terbuka antara kontraktor lokal Bojonegoro dengan BP. Migas, MCL yang difasilitasi dengan Pemkab dan DPRD Bojonegoro di Pendopo Malawopati, Rabu (15/3).
Menurut Lukman, dengan selesainya tender EPC 1 Banyuurip yang dimenangi Tripatra seharusnya perusahaan nasional asal Jakarta tersebut tinggal mencari dengan menunjuk rekanan yang digandeng.
â€Ini tergantung Tripatra apakah proyek itu akan dikerjakan sendiri atau menggandeng masyarakat lokal tanpa harus membuka prakualifikasi lagi,†tegas pria bertubuh tinggi besar ini.
Karena itu, Lukman menyarankan, agar Tripatra cukup menyerahkan langsung paket pekerjaan di EPC 1 kepada pengusaha lokal Bojonegoro. Hal itu dinilai akan lebih membantu Tripatra karena biaya pekerjaan akan ditalangi kontraktor lokal dulu.
â€Misalnya, Rp. 1 milyar dibagikan kepada kontraktor lokal. Ini akan lebih mengakomodir pengusaha lokal (Bojonegoro) dan membantu Tripatra daripada dibuka prakulifikasi lagi dengan persyaratan berat yang tak sanggup dipenuhi kontraktor,†paparnya.
Bahkan untuk memaksimalkan pengusaha lokal dalam proyek konstruksi ini, Lukman menilai, seharusnya Tripatra dapat memecah paket pekerjaan EPC 1 Banyuurip lebih banyak lagi dari 43 paket sesuai jumlah pengusaha lokal di Bojonegoro.
â€Ini (pemecahan paket pekerjaan lebih banyak) lebih menguntungkan Triptra. Kalau Tripatra tak mampu membuat perencanaannya, biar kontraktor lokal yang mengerjakaannya,†tegasnya.
Menanggapi masukan itu, Teguh Haryono, Direktur Eksekutif PT. Tripatra Engineers & Constructors menegaskan, bahwa tender terbuka dalam setiap peket pekerjaan di EPC 1 Banyuurip yang dilakukan ini bertujuan untuk mencari rekanan yang memiliki kompetensi dan kualitas sesuai bidang yang dibutuhkan.
â€Meski begitu kita pastikan tetap melibatkan langsung kontraktor lokal dalam setiap paket pekerjaan,†sambung Teguh.
Sedangkan saran agar paket proyek EPC dipecah sesuai jumlah kontraktor lokal Bojonegoro, Teguh menegaskan, bahwa Tripatra tidak dapat melakukannya. Sebab hal tersebut berhubungan dengan pengawasan dan kualitas pekerjaan. Dia mencontohkan, seperti pekerjaan untuk pengembangan penuh lapang minyak Banyuurip, MCL hanya memecahnya menjadi lima paket yakni EPC 1, 2, 3, dan 5.
â€Karena yang bertanggungjawab atas pekerjaan ini adalah kami (Tripatra), bukan bapak-bapak (kontraktor lokal). Jadi saya tidak mampu dan dapat untuk memecah paket pekerjaan ini menjadi 300 ratus,†tandasnya.
Bagi Tripatra, 43 paket pekerjaan ini dinilai sudah lebih dari cukup. Sebab sesuai sekenario awal, pakerjaan EPC 1 hanya dipecah menjadi 21 paket.