SuaraBanyuurip.com –BP. Migas
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengusulkan agar asumsi produksi minyak bumi tahun 2012 diturunkan dari 950,000 barel per hari (BOPD) menjadi 930,000 BOPD. Usulan ini disampaikan oleh Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Evita Legowo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, beberapa waktu lalu.
Evita mengatakan revisi ini diusulkan dengan melihat realisasi produksi tahun 2011 sebesar 902,000 BOPD. “Di dalam RAPBN- P 2012, asumsi produksi kami usulkan menjadi 930,000 BOPD,†ujar Evita.
Kepala BPMIGAS R. Priyono mengatakan perhitungan teknis BPMIGAS menunjukkan kemampuan optimal produksi minyak bumi tahun 2012 adalah 930,000 BOPD. Perhitungan ini didasarkan pada optimalisasi usulan produksi dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang sebenarnya hanya 891,000 BOPD.
“Kami memprediksi target produksi minyak yang reasonable yang dapat dicapai pada tahun 2012 adalah 930,000 bopd. Pencapaiaan target ini masih mengharuskan kami secara jeli melihat potensi-potensi lain untuk menambah produksi,†ujar Priyono.
Dia menambahkan, fakta lapangan menunjukkan kegiatan eksplorasi sebenarnya lebih banyak menemukan potensi gas daripada minyak bumi. Sehingga trend produksi minyak bumi menunjukkan penurunan dari tahun 2011 sampai bulan Februari 2012. Memasuki bulan Maret 2012, realisasi produksi menunjukkan sedikit peningkatan dari 885,000 BOPD di bulan Februari menjadi 890,000 BOPD. Namun peningkatan produksi ini belum mengubah rata-rata realisasi produksi tahunan 2012 yang saat ini masih berada di kisaran 885,000 BOPD.
“Bila pemerintah melalui nota keuangan menetapkan angka 930,000 BOPD, kami BPMIGAS bersama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama akan berusaha mencapai angka tersebut, walaupun beberapa kendala harus kita hadapi secara bersama-sama,†ujar Priyono.