SuaraBanyuurip.com –Ririn Wedia Nafitasari
Sebanyak 36 warga sekitar Lapangan Migas Banyuurip – Jambaran, Blok Cepu, mendapat pelatihan flagman (manusia bendera) yang dilaksanakan PT. Tripatra Engineers & Consturtors, pemenang tender proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip bekerjasama dengan satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro, Sabtu (31/3). Pelatihan flagman ini sebagai persiapan mobilisasi alat berat yang direncanakan mulai April mendatang.
Community Affairs PT. Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan mengatakan, 36 warga itu berasal dari 4 desa di Kecamatan Ngasem dan 4 desa di Kecamatan Kalitidu. Di kecamatan Ngasem adalah Desa Gayam, Brabowan, Bonorejo, dan Mojodelik. Sedangkan Kecamatan Kalitidu meliputi Desa Katur, Ringintunggal, Sumengko, dan Ngraho.
“8 desa ini merupakan jalur yang nantinya akan dilalui mobilisasi alat berat proyek EPC 1. Karena itu kita prioritaskan warga yang berada di sepanjang jalur itu,†kata Budi ketika ditemui disela training flagman di kantornya Jalan MH. Thamrin Bojonegoro.
Dia menjelaskan, dalam pelatihan ini Tripatra sengaja menggandeng Satlantas Polres Bojonegoro agar dapat membekali para peserta tentang tata cara mengatur lalu lintas yang baik dan benar ketika mobiliasi alat berat berlangasung.
 “Mereka (tenaga falgman) kita siapkan untuk membantu kelancaran mobiliasi nanti,†sergah pria asli Malang, Jatim ini.
Budi mengungkapkan, untuk membantu kelancaran lalu lintas pada saat mobilisasi, Tripatra sebenarnya hanya membutuhkan 32 tenaga flagman. Namun, 4 flagman lainnya disiapkan sebagai cadangan guna mengantisipasi bila diantara mereka ada yang berhalangan masuk.
“Selain membantu mengatur lalu lintas, mereka nanti juga kita butuhkan sebagai Juru Parkir. Karena, ini (Juru Parkir) juga sangat dibutuhkan ketika mobilisasi dan proyek mulai berjalan,†papar pria bertubuh tinggi besar ini. Â
Dia berharap, dengan pemberian pelatihan ini nantinya para calon tenaga flagman tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Artinya, lebih pandai, cekatan,dan mengerti mengenai aturan lalu lintas yang benar sesuai standarisasi yang berlaku.
“Bukan hanya ini saja. Kedepan ketika mereka sudah mulai bekerja kita juga akan memberikan 4-5 training lagi. Mulai Human Equipmentmm Interface, induction, Construction, interface dan Flagman sesi 2,†pungkasnya.
Pada bagian lain, Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Bojonegoro, AKP Oscar menambahkan, bahwa dalam pelatihan ini pihaknya memberikan wawasan dan praktek kepada peserta. Materi yang diberikan adalah tentang undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang peraturan lalu lintas. Lain itu, juga praktek langsung di jalan raya tentang bagaiamana cara mengatur kendaraan yang benar agar lancar dan tidak terjadi kecelakaan.
â€Sehingga, selain dapat mengatur lalu lintas, mereka juga memahami undang-undang tentang lalu lintas,†sambung Oscar
Sementara itu, Sukarjo, salah satu peserta Training Flagman mengaku, sangat senang dengan adanya training flagman tersebut. Sebab pelatihan ini memberinya bekal keterampilan sehingga dapat digunakan untuk proyek selanjutnya.
“Meskipun ini hanya pelatihan flagman dan status kita sebagai pegawai kontrak, namun dengan keterampilan ini dapat kita dipakai dalam jangka waktu yang lama,†ujar warga Desa Katur, Kecamatan Kalitidu ini.
Sekadar diketahui, proses rekriutmen tenaga falgman ini dilakukan Trpatra pada tanggal 26 Maret lalu. Dari 36 orang yang direkrut tersebut 32 adalah laki-laki dan 4 orang wanita (flagwomen).