BP. Migas Dukung Keterlibatan Kontraktor Lokal

SuaraBanyuurip.comBP. Migas

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) mendukung sepenuhnya keterlibatan kontraktor lokal dalam bisnis hulu migas. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam pengadaan yang dilakukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS).

Kepala BPMIGAS R. Priyono saat membuka Konggres Asosiasi Pengadaan Industri Perminyakan Indonesia (APPI) di Jakarta, Kamis (29/3) menyatakan, presentase TKDN dalam pengadaan barang dan jasa diseluruh KKS terus meningkat sepanjang tahun 2007 hingga 2011. Di tahun 2011, total nilai pengadaan barang/jasa mencapai lebih dari US$11,81 miliar dengan komitmen TKDN agregat 60,63 persen.

“Saya berharap TKDN akan terus meningkat di masa yang akan datang,” ujarnya.

BP. Migas, lanjut Priyono, terus mendorong keterlibatan pengusaha lokal dalam industri hulu migas sehingga sektor ini tidak hanya berperan sebagai penghasil devisa tetapi juga penggerak roda perekonomian bangsa. Kewajiban kandungan lokal minimal yang harus dipenuhi oleh para kontraktor dinaikkan.

“Bukan hanya 30 persen tapi harus mencapai 55 persen,” tegas pria asal Blora, Jawa Tengah ini.

Baca Juga :   Koalisi Pemuda Banyuurip Layangkan Petisi

Menurut Priyono, untuk mendukung TKDN dalam pengadaan barang dan jasa di industri migas, BP. Migas juga beberapa kali melakukan perubahan terhadap Pedoman Tata Kerja Pengadaan Barang dan Jasa No. 007 yang setiap revisinya semakin memberikan keberpihakan terhadap perusahaan nasional diantaranya dengan mewajibkan perusahaan nasional untuk menjadi leader daalm setiap konsorsium yang mengikuti lelang.

Sedangkan untuk perusahaan asing hanya diperkenankan sebagai anggota konsorsium saja.

“Keberpihakan kepada perusahaan nasional tidak hanya dalam proyek-proyek konstruksi saja. Kita juga mendorong agar sektor keuangan (perbankan dan asuransi) ikut masuk lebih jauh untuk membiayai berbagai proyek dan mengambil peran sebagai underwriter aset-aset serta kegiatan produksi migas di Indonesia,” papar dia.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *