Keterlibatan Pemuda di Industri Migas Sangat Minim

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia Nafitasari

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bojonegoro menilai Pemerintah Kabupaten belum maksimal memberdayakan tenaga kerja lokal, terutama pemuda dalam kegiatan industri  migas di Bojonegoro. Padahal pemuda juga mempunyai hak untuk ikut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

“Belum ada tindakan apapun untuk melibatkan pemuda dalam kegiatan migas disini. Keterlibatan pemuda masih sangat minim sekali,” kata Mustakim, Ketua KNPI Bojonegoro dalam seminar ekonomi dan pelatihan kewirausahaan pemuda bertajuk “Menagih Hak dan Kesejahteraan di Ladang Minyak” di Griya Darma Kusuma, Kamis (5/4).

Seminar yang diadakan KNPI  Bojonegoro ini dihadiri Sudrajat Nataraharja Kontraktror dari PT. Perusahaan Perumahan (PP), Pimpian Redaksi Radar Bojonegoro Zaeni, KetuaForum Kontraktor Lokal (FKKL) Parmani, serta Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro Sigit Kusharianto.

Dia mengungkapkan, selama ini justru yang banyak memperoleh kesempatan di kegiatan migas adalah disektor pengusaha. Sehingga membuat peran pemuda semakin terkesampingkan dalam proses pembangunan ekonomi, khususnya di ladang migas.

“Karena itu pemuda di Bojonegoro harus dilibatkan secara langsung. Jangan hanya membuat data base tanpa ada tindak lanjut apapun,” tegas mantan Ketua PMII Bojonegoro ini.

Baca Juga :   SKK Migas Tegaskan Sudah Libatkan Pemkab Bojonegoro

Menurut Musatkim, minimnya skiil (keterampilan) yang dimiliki pemuda bukan sebuah alasan bagi pemkab maupun pelaku migas untuk tidak melibatkan mereka. Sebab, baik pemkab maupun pelaku usaha dapat memberikan memberikan pelatihan keterampilan kepada pemuda. Sehingga pemuda menjadi berdaya dan dapat mengisi lowongan bahkan menciptakan pekerjaan sendiri.

“Selama ini program pelatihan terhadap tenaga kerja terutama pemuda masih sangat kurang, karena cenderung dilakukan sendiri oleh instansi-instansi tertentu. Seharusnya dapat disinergikan dengan pihak swasta agar terprogram dengan baik,” paparnya.

Mustaqim berharap, dengan adanya seminar ini sebagai awal pelatihan kewirausahaan kepada para pemuda Bojonegoro, sehingga nantinya bisa dilibatkan langsung oleh dalam pelaksanaan industrialisasi Migas

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menumbuhkan kretifitas dan skill para pemuda Bojonegoro dalam menyongsong proyek migas dan terlibat langsung di dalamnya” pungkasnya.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *