SuaraBanyuurip.com –Ririn Wedia Nafitasari
Menjelang pelaksanaan proyek engineering, procurement, and construction (EPC) Banyuurip, Blok Cepu, Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro segera membangun pos pantau dibeberapa titik. Hal ini untuk memantau arus kendaraan proyek migas yang melintas di jalan Bojonegoro menuju lokasi pemboran yang diperkirakan meningkat signifikan.
â€Bulan depan kita mulai membangun pos pantu. Pertama akan kita membangun di sekitar Desa Clangap, Kalitidu,†kata Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro Edy Suprapto usai sosialisasi peningkatan sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah, Senin (9/4).
Edy menjelaskan, dalam pelaksanaannya nanti, Dishub akan bekerjasama dengan Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tujuannya pos pantau ini adalah untuk melakukan pengawasan dan penertiban kendaraan berat ataupun truck yang  keluar masuk wilayah migas yang melebihi tonase.
“Untuk tahap awal ini kita sudah sepakat melakukan penertiban dengan melayangkan surat peringatan secara tertulis terlebih dahulu,†paparnya.
Dia mengungkapkan, sesuai hasil koordinasi yang dilakukan dengan beberapa kontraktor EPC Banyuurip, ketika proyek konstruksi berlangsung diperkirakan jumlah kendaran pengangkut alat berat yang melintas jalan wilayah Bojonegoro mencapai sekitar 160 unit setiap harinya.
“Dengan banyaknya kendaraan yang keluar masuk, kami akan melakukan operasi terhadap mereka. Apakah sudah memiliki surat jalan atau surat surat kelengkapan lain. Jika tidak akan ditilang,†terang mantan Kepala Satpol PP ini.
Edi menambahkan, langkah yang diambil ini sebagai bentuk emplementasi dari Peraturan Daerah (Perda) No.23/2011 tentang konten lokal, khususnya pasal 18
yang menyangkut mobilisasi dan Demobilisasi alat berat.
â€Dimana dalam pasal itu ada kewajiban bagi yang bersangkutan untuk berkoordinasi dengan Dinas pehubungan†tegasnya.
Selain menggandeng Satlantas dan Satpol PP, untuk pengaturan lalu lintas Dishub juga melibatkan Flagman dan flagwomen yang disediakan.
Sementara, perwakilan Polres Bojonegoro, Aiptu Suparnoto mengungkapkan, dengan keberadaan petugas flagman maupun flagwomen setidaknya dapat membantu mengatur arus lalu lintas selama proyek berlangsung. Selain itu, dia meminta agar rambu-rambu kelalulintasan di lingkungan proyek juga tetap dipatuhi. Misalnya tentang pemakaian helm yang standar nasional.
â€Kecelakaan dalam berkendara hampir dipastikan terjadi tiap hari. Karena itu harus patuh dan tertib berlalu lintas,†pesannya.
Berdasarkan pendataan terkahir pada Januari 2012, tercatat sebanyak 85 kali kecelakaan dengan 11 korban meninggal dunia.