Proyek EPC 1 Banyuurip Dimulai

kenduri proyek EPC 1

SuaraBanyuurip.comWinarto

Sebagai tanda dimulainya pelaksanaan proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), menggelar kenduri dan sosialisasi yang dipusatkan di dekat Wel Pad A Banyuip di Dusun Ledok, Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (12/4). Acara ini dihadiri tokoh masyarakat, kepala desa dari beberapa desa sekitar pemboran, muspika, dan sejumlah kontraktor Ring I, II dan lokal Bojonegoro.

“Acara ini untuk menandai dimulainya proyek EPC 1 Banyuurip,” kata Project Manager PT. Tripatra Engineers & Constructors, Raymond Rasfuldi. 

Dia menjelaskan, sebelum melaksanakan proyek ini pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di beberapa desa sekitar. Untuk tahap awal ini, Tripatra akan melakukan pekerjaan penyiapan lahan dan mobilisasi alat berat.

”Minggu depan pekerjaan akan kita mulai. Karena itu, kami harapkan dukungan dari masyarakat untuk membantu kelancaran proyek ini,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Mojodelik, Sandoyo meminta, agar Tripatra memberdayakan warga lokal ”pol” (sebutan lain warga Ring I). Baik dalam pekerjaan maupun peluang usaha.

Baca Juga :   PEPC dan IDFoS Indonesia Gelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan di Kaliombo

”Yang paling merasakan dampak dari kegiatan ini adalah warga Mojodelik. Karena lahan yang dibebaskan untuk kepentingan proyek negara ini paling banyak adalah milik warga sini,” terangnya memberikan alasan.

Senada juga disampaikan, Ketua Forum 15 Kepala Desa Banyuurip – Jambaran, Blok Cepu, Pujiono. Dia meminta agar, Tripatra maupun kontraktor EPC lainnya memaksimalkan kandungan lokal.

”Jika ini (kandungan dimaksimalkan) dilakukan gejolak sosial masyarakat akan bisa ditekan. Sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan lancar,” sambung pria yang juga Kepala Desa Gayam, Kecamatan Ngasem ini.

Pada bagian lain, Kapolsek Gayam, AKP Sudirman menyarankan, agar Tripatra mupun subkontraktornya memberikan surat pemberitahuan tentang jumlah alat berat yang didatangkan kepada pihak keamanan. Tujuannya, agar petugas keamanan dapat ikut membantu mengamankan dan menekan tindak pencurian.

”Meskipun security ada, tapi bantuan petugas keamanan perlu dilakukan agar kita juga mengetahuinya. Sebab, dari beberapa kasus yang terjadi, meski sudah ada securitynya, tapi pencurian onderdil alat berat masih bisa terjadi,” ungkap mantan Kasat Lantas Polres Bojonegoro ini.

Baca Juga :   Penilaian Harga Didasarkan Per Bidang

Sementara itu, Deputy Development Manager MCL, Elviera Putri menyatkan, dukungan dari masyarakat, pemerintah desa dan daerah sangat diperlukan untuk kelancaran proyek ini.

”Ini merupakan proyek negara yang perlu mendapat dukungan semua pihak. Dan, kita (MCL) adalah kontraktor yang ditunjuk pemerintah untuk melaksanakan proyek ini,” pungkasnya.

Meski sederhana, acara ini berlangsung guyup karena semua undangan menikmati tumpeng bersama-sama. Dalam acara ini, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Raymond Rasfuldi yang kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Mojodelik selaku tuan rumah.Juga hiburan reog yang ditampilkan dari kelompok seni warga sekitar.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *