SuaraBanyuurip.com –Winarto
PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL) untuk proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement and construction/EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, mulai mendatangkan alat berat untuk memulai pekerjaan penyiapan lahan.
“Alat beratnya sudah kita datangkan beberapa hari kemarin,” kata Community Affairs PT. Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan.
Untuk tahap awal ini, alat berat yang didatangkan di lokasi central proceesing fasillity (CPF) adalah dua unit bulldozer dan excavator. Jumlah alat berat yang didatangkan ini akan terus bertambah secara bertahap sesuai dengan tingkat pelaksanaan pekerjaan dilapangan.
“Bisa di chek di lapangan. Alat berat sudah dilokasi,” sergah Budi meyakinkan.
Pekerjaan penyipan lahan ini untuk penyiapan pembangunan fasilitas processing production (FFP) Banyuurip berkapasitas 165 ribu barel per hari (bph).
“Target kita pekerjaan (penyiapan lahan) ini selesai empat bulan,” tegas pria asli Malang, Jatim.
Dalam pelaksanaan proyek EPC 1 Banyuurip ini, ada 43 paket pekerjaan yang akan dilaksanakan Tripatra. Diantaranya, pekerjaan pembangunan fasilitas dalam dan luar barik, pondasi bak kontrol, dan akses jalan. Sesuai kontraknya, pekerjaan EPC 1 itu ditarget selesai 36 bulan sejak kontrak ditandatangani Agustus 2011 lalu.Â
Untuk diketahui, pekerjaan penyiapan lahan ini dilaksanakan kontraktor Ring I Banyuurip, PT. Rajekwesi Mitra Tama (RMT), Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, yang melakukan join operating (JO) dengan PT. Perusahaan Perumahan (PP), salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).