SuaraBanyuurip.com –Ririn Wedia Nafitasari
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Setyo Hartono mensayangkan mobilisasi alat berta yang sudah dilakukan PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL) untuk proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 banyuurip, Blok Cepu. Pasalnya sampai saat ini Tripatra belum mengantongsi Amdal Lalin sebagai sayarat untuk melakukan pengangkutan alat berat.
“Tripatra itu nakal, belum memiliki Amdal Lalin sudah melakukan mobilisasi,” kata Setyo Hartono ketika berpapasan dengan www.suarabanyuurip.com di halaman parkir Kantor Pemkab Bojonegoro Jalan Mas Tumapel, Senin (30/4).
Seharusnya, kata dia, mobilisasi alat berat dilakukan setelah Amdal Lalin di keluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro.
“Ini sudah melanggar aturan. Dan kita segera menindaknya,” sergah purnawirawan TNI ini.
Karena itu, lanjut Hartono, dirinya akan meminta tim optimalisasi kandungan lokal untuk melakukan pengawasan dan penertiban kegiatan bagi kontraktor migas di Blok cepu yang menyalahi peraturan daerah (Perda) 23/2011 tentang percepatan pertumbuhan ekonomi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi serta pengolahan migas atau biasa di sebut Perda Konten Lokal.
Dia juga tak menyangkal, jika tim optimalisasi kurang tegas dalam melakukan tindakan kepada operator migas yang tidak mentaati Perda Konten Lokal.Â
“Saya nanti yang akan memimpin langsung sweeping. Perda harus ditegakkan,” tegas Ketua DPC Partai Gerinda Bojonegoro. Hanya saja, ia tak menjelaskan kapan akan memimpin sweeping untuk melihat penerapan Perda Konten Lokal oleh operator maupun kontraktor migas.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Edy Susanto membenarkan, bila Amdal Lalin Tripatra masih dalam proses. Karena ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi untuk penerbitan Amdal Lalin tersebut.
“Sekarang masih tahap proses terakhir,” sambung Edy Susanto ketika ditemui di ruang tunggu Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro, beberapa waktu lalu.
Sesuai pemaparan yang dilakukan Tripatra, lanjut Edy, pada saat proyek EPC 1 berjalan setiap harinya akan ada 200 sampai 400 mobil pengangkut alat berat maupun material berupa tanah pedel dari Kecamatan Rengel, Tuban. Mobil pengangkut pedel itu rencananya akan dibuatkan tempat transit lebih dulu disekitar pertigaan Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, sebelum masuk lokasi proyek, untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas.
“Jadi nanti masuk ke lokasi akan diatur. Setiap 10 menit ada 3 sampai 5 mobil yang masuk ke lokasi proyek,” pungkasnya.Â
Seperti diberikan sebelumnya, PT. Tripatra telah mendatangkan beberapa alat berat ke lokasi proyek EPC 1 Banyuurip. Bahkan penurunan alat berat yang dilakukan lapangan Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, itu sempat mendapat protes pemuda setempat karena dinilai merusak lapangan dan belum ada penyelesaian masalah tukar guling lapangan tersebut oleh MCL.        Â