SuaraBanyuurip.com –Ririn Wedia Nafitasari
Kebutuhan listrik di Kabupaten Bojonegoro, Jatim, diperkirakan akan meningkat drastis tiga tahun kedepan seiring perkembangan industri yakni kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi migas Blok Cepu.
“Karena kegiatan tersebut akan diikuti kegiatan industri lainnya,†kata Bupati Bojonegoro Suyoto disela peluncuran program SARJITU dan BUNG SIGAP di Halaman kantor UPJ PLN Bojonegoro, Selasa (8/5).
Bupati mencontohkan, seperti pengolahan gas meskipun tidak secara keseluruhan diolah di Kabupaten Bojonegoro setidaknya 45 persen harus dilakukan disini. Bahkan, ungkap Bupati, sejumlah investor selama ini sudah banyak yang menanyakan mengenai ketersediaan bahan baku dan tenaga dalam hal ini daya dari PLN.
“Ternyata PLN disini (Bojonegoro) kelebihan daya 8 ribu megawatt.  Karena itu saya akan memberikan informasi ini kepada investor untuk melakukan investasi disini,†jelas Kang Yoto-sapaan akrab Bupati Suyoto.
Kang Yoto menjelaskan, SIGAP selain bermakna Singkat Gak Ada Suap ini memiliki makna lain yakni yang dalam artian sebenarnya adalah komitmen dalam memberikan layanan yang terbaik untuk Bojonegoro.
“Yaitu Dengan cepat dan tepat serta memberikan kemudahan kepada seluruh pelanggan dan masyarakat yang membutuhkan akses PLN,†sergahnya yang disambut aplause tamu undangan yang hadir.
Sementara itu Manajer PLN Persero Bojonegoro, Komang Artana Suyaksa menyampaikan, program yang dilaksanakan PLN ini merupakan salah satu upaya mendorong kebutuhan investasi di Jawa Timur yang ditargetkan pertumbuhannya mencapai 17 persen. Karena itu, PLN bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan membuka akses jaringan diwilayah-wilayah Bojonegoro yang belum mendapatkan penerangan PLN.
“Penganggaran untuk proyek Listrik Desa ini akan melalui APBN, APBD dan APLN,†sambung Komang.
Menurut dia, secara keseluruhan kebutuhan daya PLN untuk wilayah Bojonegoro, Tuban dan Lamongan tertinggi masih di Kabupaten Tuban jika dibandingkan di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga terdapat kelebihan daya untuk wilayah Bojonegoro mencapai kurang lebih 8 ribu Megawatt.
“Ini diharapkan akan mendukung pertumbuhan dunia investasi di Kabupaten Bojonegoro,†tegasnya.
Sebelumnya Budi Hartono dalam laporannya selaku Asisten Manajer Pelayanan Administrasi menyampaikan tahun 2012 ini target kebutuhan KWH di Bojonegoro yakni 2,2 Juta MWH sedangkan realisasi kebutuhan baru mencapai 1,8 juta MWH. Sedangkan pada tahun ini melalui program SARJITU ini diharapkan akan menjaring pelanggan baru mencapai 38.363 orang dengan daya diperkirakan mencapai 115 ribu KWH.
Pada acara ini acara peluncuran program SARJITU dan BUNG SIGAP ini ditandai dengan penekanan tombol oleh Bupati Suyoto yang didampingi oleh Wakil Bupati H. Setyo Hartono serta pejabat di PLN UPJ Bojonegoro. Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati meninjau mobil layanan keliling serta kendaraan teknis lapangan.