SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Unjukrasa yang dilakukan rutasan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat ( FKM) Sapu Lidi di pertigaan jalan Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jatim, Jum’at (11/5), tak mengganggu aktifitas pekerjaan pengurukan lahan central processing facility (CPF) Banyuurip, Blok Cepu. PT. Rajekswesi Mitra Tama (RMT), subkontraktor PT. Tripatra Engineers & Constructors, pemenang tender proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, yang mengerjakan proyek pengurukan lahan masih melakukan pengangkutan tanah urug.
Koordinator Armada PT. RMT, Kamidin menjelaskan, pengambilan tanah urug hari ini berlangsung seperti biasa meskipun berlangsung unjukrasa di jalan utama menuju lokasi proyek.
“Semua berjalan lancar, tidak ada kendala,†kata Kamidin dikonfirmasi melalui telepon genggamnya (Telgam).
Dia mengatakan, untuk pengambilan tanah urug ini pihaknya mengerahkan sekitar 50 dump truk dengan target 8 ribu kubik setiap hari. Jumlah kendaraan ini akan terus meningkat hingga mencapai 200 armada dalam kurun waktu empat bulan ini karena pekerjaan pengurukan lahan ditarget selesai dalam waktu enam bulan.
“Yang demo biarklah demo, tapi yang kerja juga tetap bekerja,†sergahnya.
Dari pantauan, ratusan massa FKM Sapu Lidi memadati tepi jelan pertigaan Dusun Clangap. Meski begitu sejumlah dump truk pengangkut tanah urug masih bebas melakukan perjalanan. Karena aksi ini dijaga ketat oleh sekitar 150 personil gabungan Polres Bojonegoro dan Polsek sekitar.
Untuk diketahui, unjuk rasa yang dilakukan massa FKM Sapu Lidi ini mendapat penolakan dari warga Desa Sumengko karena massa yang didatangkan berasal dari luar daerah sekitar kilang mini maupun Lapangan Minyak Banyuurip. Karena itu, aksinya yang dilakukan ratusan massa FKM tidak berlangsung lama di pertigaan jalan Clangap. Mereka kemudian mengalihkan aksinya dengan menuju Pendopo Malwopati Pemkab Bojonegoro.